Bayi Kejang-kejang Butuh Oksigen, Puskesmas Masalembu Malah Matikan Mesin

Foto kiriman dari Kadinkes Sumenep untuk blok-a.com jika pasien bayi sudah ditangani dan genset di Kepulauan Masalembu sudah nyala.

Kadinkes Perintahkan Dokter Nyalakan Genset dan Periksa Bayinya.

Sumenep, blok-a.com – Kisah pilu bayi yang butuh layanan kesehatan dari pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Masalembu, Sumenep. Di saat bayi yang berusia 6 bulan mengalami demam tinggi dan kejang-kejang, malah pihak puskesmas mematikan mesin diesel.

Praktis, oksigen tak bisa dioperasikan lantaran butuh aliran listrik. Kondisi itu tentu saja bikin panik keluarga pasien bayi. “Mesin Puskesmas malam ini tetap dimatikan jam 10, meskipun kondisi bayi dalam keadaan dioksigen mas,” begitu SMS Hariyadi, warga Pulau Masalembu, Sabtu malam 19 November 2022 sebagaimana dikuitip dari berita Matamadura.com.

Askiyek membawa genset sendiri ke Puskesmas Masalembu agar tabung gas oksigen bisa dioperasikan.

Diceritakan Hariyadi, persitiwa itu bermula sejak Sabtu siang. Ada bayi asal Pulau Masalembu yang masih berusia 6 bulan, butuh oksigen saat dirawat di Puskesmas Masalembu, Sumenep.

Saat itu Askiyek, ortu si bayi menghubungi Haryadi agar membantu mencarikan solusi karena si bayi butuh aliran listrik. Sementara mesin diesel di Puskesmas Masalembu bakal dimatikan sesuai jadwal nyala.

“Ini menyangkut nyawa pasien mas. Saya telpon Kepala Puskesmasnya (Kapusnya) tetap gak diangkat. Bahkan saya telpon kapusnya tiga kali gak diangkat,” tulis Haryadi via SMS.

Menurut Hariyadi, bayi yang lahir dari pasangan Askiyek dan Ruhada ini tiba-tiba demam tinggi. Lalu kejang-kejang. Si ortu panik. Lalu dibawa ke Puskesmas Masalembu. Sial, saat di Puskesmas Masalembu, si ortu disuruh mencari tabung oksigen.

“Setelah mendapat tabung oksigen, ortunya dapat kabar jika mesin diesel Puskesmas bakal dimatiin sesuai jadwal. Ini pengakuan dari petugas jaga Suaidi,” cerita Hariyadi.

Ironisnya, lanjut dia, saat kondisi pasien bayi dalam keadaan dioksigen, pihak puskesmas tetap akan mematikan mesin pada jam 12. Itu keterangan dari pihak puskesmas Suaidi,” kata Hariyadi melalui SMSnya.

Lalu, kata pria ini, Sabtu sore. Ayah si bayi, Askiyek sibuk mencari tabung oksigen dan mesin homlet untuk mengaliri mesin penyambung tabung oksigen kepada si bayi. Si bayi kini menjalani rawat inap di Puskesmas Masalembu.

“Foto bayi dan orang tua bayi yg sedang angkat mesin bawaan sendiri saya dokumentasi, saya kirim lewat WiFi dlu mas,” tulis Haryadi seperti dikutip dari Matamadura.com.

“Andai saja saya tidak menemukan homlet, bagaimana kondisi anak saya. Ini masalah nyawa, apalagi masih bayi. Itu komentar ortu bayi mas,” timpalnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi atau klarifikasi dari Kepala Puskesmas Masalembu, M Haedar S belum bisa dikonfirmasi. Meski dihubungi berulang kali via telpon sejak sore tapi tak diangkat sebagaimana ekpose Matamadura.com.

Sementara itu, Kadinkes Sumenep Agus Mulyono kepada wartawan blok-a.com malam itu juga (Sabtu malam) menegaskan sudah memerintahkan dokter di Puskesmas Masalembu untuk memeriksa kondisi bayi dan stabye di lokasi.

“Siap mas edo, lampu genset malam ini sudah nyala (sabtu malam). Oksigen terpasang. Bayinya sedang pemeriksaan dokter, akan dipantau terus. Semoga pasien segera sembuh. Terima kasih bantuannya Mas Edo,” kata Agus via WhatsApp kepada wartawan blok-a.com. (Aldo/Gim)

Exit mobile version