Banyak Renggut Nyawa! Ini Deretan Kisah Pilu Hanyut di Sungai Brantas

Ilustrasi Sungai Brantas Malang (sumber: iwantantomi.com)
Ilustrasi Sungai Brantas Malang (sumber: iwantantomi.com)

Kota Malang, blok-a.comSungai Brantas adalah sebuah sungai yang mengalir di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sungai ini merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo, yang melintasi 12 Kabupaten atau Kota.

Sungai Brantas merupakan saksi era kerajaan yang muncul silih berganti, mulai dari Kerajaan Mataram Mpu Sindok (akhir abad ke-9 Masehi) hingga masa akhir Kerajaan Majapahit di abad ke-16 Masehi.

Dibuktikan dengan munculnya temuan kehidupan Homo Wajakensis wilayah Wajak, suatu lembah di Brantas Hulu yang sangat subur, di dekat Tulungagung.

Memiliki panjang aliran 1.400 kilometer, dengan 39 anak sungai, menjadikan Brantas sebagai nadi kehidupan. Sungai Brantas ini menghidupi 17 juta warga di sepanjang aliran sungai.

Selain itu, sungai ini juga banyak dimanfaatkan warga untuk melakukan berbagai aktivitas. Seperti mandi, memancing, sampai berenang. Namun beberapa peristiwa memilukan juga terjadi di sepanjang aliran sungai ini.

Baru-baru ini, terjadi peristiwa bocah 6 tahun asal Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, hanyut di sungai Brantas dusun Padu Desa Sukonolo Bululawang.

Korban dilaporkan hilang terseret arus sungai oleh pihak orangtuanya sekitar pukul 15.00 WIB ke Kasun Padu, sekitar pukul 17.30 WIB, akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polsek Bululawang.

Berawal dari kunjungan rutin bocah 6 tahun, di rumah neneknya bersama orang tua, saat berada dirumah neneknya, bocah yang tak pernah main di sungai itu, kemudian diajak oleh tiga temannya, warga Dusun Padu Desa Sukonolo ke sungai Brantas untuk berenang.

Sesampainya di sungai, korban bersama tiga temannya memutuskan untuk mencari ikan di pinggir sungai sebelum berenang. Setelah mencari ikan, korban dan teman-temannya bergegas berenang di aliran sungai.

Korban yang berenang di pinggir aliran sungai dekat bebatuan, diajak oleh salah satu teman nya untuk berenang ke tengah sungai.

Setelah korban mengiyakan ajakan temannya, tak selang lama korban terbawa arus sungai dan berteriak meminta tolong, nahas korban pun terbawa arus sungai dan tenggelam.

Warga sekitar dan pihak keluarga yang bingung mencari keberadaan korban, pun melakukan ritual membuang tiga daun pisang ke aliran sungai Brantas Kecamatan Bululawang.

Ritual ini merupakan adat desa dengan tujuan agar korban segera ditemukan. Sebelum kejadian hanyutnya bocah 6 tahun, Sungai Brantas memang banyak menelan korban.  

Bocah SLB Hanyut 

Tahun lalu, kasus seorang bocah perempuan berusia 8 tahun, warga mayjen panjaitan (betek) gang 8, kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Korban hanyut di sungai Brantas berhasil ditemukan dalam keadaan tewas, oleh warga RW 3 pukul 8:00 WIB.

Berawal dari, kegemaran korban bermain air di belakang rumah, dari kegemarannya, korban pun memutuskan untuk bermain air disungai.

Kurangnya pengawasan orang tua mengakibatkan korban yang masih duduk di SLB (Sekolah Luar Biasa) itu hanyut.

ODGJ 57 Tahun Hanyut 

Selain itu, peristiwa pedih ini juga dialami seorang pria bernama Djoko Djojo Moeljono yang hanyut terseret arus Sungai Brantas, Kota Malang.

Djoko ditemukan meninggal dunia di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jasad pria 57 tahun itu ditemukan 29 kilometer dari lokasi kejadian awal.

Salah satu saksi mata “seorang anak yang berada di sekitar tempat kejadian”, menyatakan bahwa korban tiba-tiba melompat ke aliran Sungai Brantas.

“Korban berpamitan dengan ibu RT, katanya mau pergi. Kemudian ada anak kecil yang melihat, korban turun ke bawah (mendekat ke sungai) membawa kasur kecil, matras. Kemudian tiba-tiba loncat ke sungai,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat, Djoko tinggal di bantaran Sungai Brantas tanpa keluarga, Djoko selama ini dirawat warga setempat karena mengidap riwayat penyakit gangguan jiwa.

Dua Bocah Hanyut 

Kasus dua bocah yang diduganya tenggelam di Sungai Brantas terjadi di Jalan Talas, RT 6, RW 5, Kecamatan Bumiayu, Kota Malang.

Dua bocah itu hanyut terseret arus sungai saat mandi bersama lima bocah lainnya pada pukul 09.30 WIB.

Sejak sekitar pukul 17.00 WIB, tim pencarian terdiri dari Tim SAR, Tni, Polri, relawan, dan warga mendatangi rumah kedua bocah tersebut.

Upaya pencarian pun dilakukan oleh Tim SAR dan warga, namun mereka hanya menemukan baju dan sandal kedua bocah yang hanyut.

Setelah menelusuri sepanjang aliran Sungai Brantas, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tewas. 

Demikian deretan peristiwa pilu hanyut di sungai Brantas, bagi anda yang ingin berenang disungai, anda wajib menguasai medan sungai dan memperbaiki teknik berenang serta berhati-hati di segala situasi. (mg3)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?