Banyak Jalan Rusak Mahasiswa Gelar Audiensi dengan Dinas PUTR Sumenep

Sumenep, Blok-a.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumenep (GAMS) melakukan audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep pada Senin (4/5/2022).

Kedatangan mereka mempertanyakan kinerja Dinas PUTR terkait pemerataan kualitas dan kuantitas pembangunan infrastruktur. Dari hasil investigasi mahasiswa masih terdapat beberapa jalan rusak dan berlobang di beberapa titik.

Contohnya, kata Yusril Adyan selaku koordinator GAMS, jalan penghubung di Kecamatan Manding menuju Batu Putih. Berikutnya, jalan di Kecamatan Saronggi arah ke Desa Tanjung dan sepanjang jalan di Gapura menuju Dungkek.

“Juga jawaban dari dinas PUTR yang sering kami dengar yaitu Kurang Anggaran/Tidak Punya Uang, kami juga diarahkan untuk menanyakan terkait kurangnya anggaran itu ke DPRD Bagian Anggaran Kabupaten Sumenep,” ujar Yusril.

Jika dilihat dari besaran anggaran perbaikan jalan dalam APBD Kabupaten Sumenep tahun 2022, mahasiswa menemukan angka pada kisaran Rp 91 miliar. Namun, besarnya anggaran tersebut, dinilai mahasiswa tidak berbanding lurus dengan fakta dilapangan. Jika kerusakan jalan terus dibiarkan mahasiswa khawatir dalam jangka panjang akan memakan korban para pengguna jalan.

“Kemudian ada kejadian yang hampir sering menimpa pengguna jalan, disebabkan oleh jalan rusak atau berlubang. Seperti kecelakaan dan orang melahirkan dijalan,” urainya.

Menurutnya, infrastruktur selain sebagai fasilitas publik merupakan salah satu penopang utama denyut nadi perkonomian masyarakat. Karena berkaitan erat dengan percepatan alur distribusi barang.

Kata dia, situasi ini harusnya ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagau peluang untuk meningkatkan perekonomian daerah. “Bagaimana mungkin kegiatan ekonomi akan berjalan baik jika infrastruktur buruk dan terdapat disparitas antar kecamatan. Di salah satu jalan yang rusak merupakan akses terhadap lokasi pariwisata,” tandasnya.

Untuk itu, Adyan, lantas meminta Dinas PUTR untuk lebih serius melakukan pemerataandan pembangunan infrastruktur. Bahkan jika memang dana pembangunan jalan baru tidak mencukupi, cukup dengan melakukan perawatan secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Kontruksi (Kabid Jakon), Dinas PUTR Kabupaten Sumenep Supriyanto saat menemui mahasiswa ketika audiesi mengaku, anggaran pemeliharaan jalan yang harus diketehui oleh masahasiswa alokasinya sangatlah minim. Hal itu salah satunya untuk melakukan penambalan jalan yang berlobang.

“Uangnya mas, tidak bisa lepas dari jalur itu. Anggaran pemeliharaan itu Rp 2 miliar dengan rincian Rp 1.5 miliar untuk jalan dan Rp 500juta untuk Gorong-gorong,” urainya.

Sedangkan menurutnya, untuk pembangunan jalan sendiri tidak seperti drainase atau Gorong-gorong yang bisa dilakukan di satu lokasi. Melainkan harus dilakukan secara serentak karena saling terhubung menjadi satu rangkaian. Tentu kata dia hal ini membutuhkan dana yang cukup besar.

Selain itu, terkait dengan jalan yang disebut oleh mahasiswa di daerah Andulang menuju jalur Kecamatan Dungkek dan Kecamatan Batang-batang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Itu kewenangan Provinsi, kami dari APBD Kabupaten Sumenep tidak bisa masuk kesitu,” tandasnya. (Aldo)

Exit mobile version