Banyak Daerah Susah Sinyal, Lantas Bagaimana Pelaksanaan Ujian Akhir Semester di Malang?

Sman 1 Turen
Sman 1 Turen - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Siswa di Kabupaten Malang sampai akhir tahun ini masih melaksanakan kegiatan BDR atau Belajar Dari Rumah. Ujian Akhir Semester (UAS) pun semakin dekat, dijadwalkan 7-10 Desember 2020 mendatang. Dengan masih adanya kebijakan BDR, akankan pelaksanaan UAS pun akan dilakukan daring?

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono menjelaskan kebijakan UAS akan diserahkan ke sekolah masing-masing.

“Jadi karena keterbatasan sarana dan prasarana kami tidak memaksa untuk melulu online. Kami sudah berbicara ke perwakilan sekolah dan kalau online ya boleh offline ya boleh,” tuturnya.

Rahmat menuturkan jika sekolah ingin menerapkan UAS secara daring teknisnya bisa ditentukan sendiri.

“Entah itu pakai google form atau bagaimana kami serahkan ke sekolah masing-masing. Biasanya yang online ini di sekolah yang sinyalnya bagus seperti Kepanjen, Singosari, atau Lawang,” kata Rahmat.

Sementara untuk UAS secara offline nantinya ada dua pilihan. Pertama adalah guru bisa secara door to door ke rumah siswa.

“Jadi kami akan berikan soalnya ke guru dan guru bisa langsung door to door ke rumah siswa,” tambahnya.

Sementara cara yang kedua untuk UAS secara luring ini akan digelar dengan mengumpulkan siswa.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pengawas sekolah. Jika memang ingin mengumpulkan siswa ya tidak papa. Asalkan protokol kesehatan diterapkan dan ada pengawasan,” jelasnya.

Rahmat mengaku banyaknya pilihan cara untuk menyelenggarakan UAS ini karena tidak meratanya sarana pendukung untuk BDR di Kabupaten Malang.

“Kalau kami paksa online semua bagaimana di pelosok yang tidak ada sinyal? Kami berikan pilihan supaya pendidikan tetap berjalan dan protokol kesehatan tetap nomor satu dijaga,” tutupnya.

Exit mobile version