blok-A.com – Gas air mata diduga kuat menjadi salah satu penyebab tewasnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) malam.
Seperti diketahui, gas air mata ditembakkan oleh aparat kepolisian di Stadion Kanjuruhan lantaran terjadi kerusuhan dari supporter Aemania yang tak terima atas kekalahan dari Persebaya Surabaya.
Kerusuhan tersebut bermula saat Aremania meluapkan kekecewaannya dengan masuk ke lapangan. Atas tragedi tersebut, dikabarkan sebanyak 127 orang meninggal dunia dan 180 korban sedang dalam menjalani masa perawatan.
Lantas apa bahaya dari gas air mata, sehingga bisa menewaskan ratusan orang? Simak informasi yang telah dirangkum blok-A.com mengenai bahas gas air mata berikut ini.
Kandungan Gas Air Mata
Gas air mata adalah senjata kimia berupa gas yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata atau sistem pernapasan.
Secara umum, kandungan utama pada gas air mata adalah CN (chloroacetophenone) atau CS (chlorobenzylidenemalononitrile) yang membutuhkan proses kimia rumit untuk menghasilkannya.
Namun, gas air mata juga dapat dibuat menggunakan bahan Oleoresin Capsicum (OC) yang biasanya terdapat pada paprika merah dan hijau.
Efek Samping Gas Air Mata
Efek Jangka Pendek
Gas air mata secara khusus menargetkan mata, tenggorokan, mulut, kulit, dan paru-paru. Biasanya efek dari gas air mata ini akan hilang setelah 15-20 menit. Beberapa efek langsung dari gas air mata dapat berupa:
• Mata berair, merah, dan rasa terbakar
• Penglihatan kabur
• Rasa terbakar dan iritasi pada mulut dan hidung
• Kesulitan menelan
• Mual dan muntah
• Sulit bernapas
• Batuk
• Mengi
• Iritasi kulit
• Ruam
Efek Jangka Panjang
Untuk jangka panjang, efek samping paparan gas air mata dapat menyebabkan luka parah, cacat permanen, hingga kematian. Kecacatan yang dialami dapat berupa masalah pernapasan, efek kesehatan mental, kebutaan, kerusakan otak, hilangnya fungsi anggota tubuh, sampai kondisi yang mengharuskan prosedur amputasi.
Paparan gas air mata di dalam ruangan atau dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius, seperti glaukoma, luka bakar kimiawi, dan kegagalan pernapasan
Langgar Aturan FIFA
Penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa dalam pertandingan sepak bola sebenarnya dilarang keras oleh FIFA (Federation Internationale de Football Association).
Larangan penggunaan gas air mata tersebut tercantum pada pasal 19 b dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations (aturan pengamanan dan keamanan stadion).
“No firearms or crowd control gas shall be carried or used (senjata api atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan,” bunyi aturan FIFA tersebut dilansir dari web resminya.
(hen)




