Kota Malang, blok-a.com – Nama kawasan Boldy di Kelurahan Jodipan, Kota Malang, berkaitan dengan sosok pengusaha asal Armenia bernama Aratoon Marcar Jacob (A.M.J.) Boldy. Namanya diabadikan menjadi Gang Boldy atau Boldystraat, yang tercatat dalam peta Malang tahun 1946.
Sejarawan Malang, Agung H Buana, menjelaskan, Boldy merupakan pengusaha yang beraktivitas di kawasan perdagangan Malang, khususnya wilayah Pecinan. Kawasan tersebut menjadi tempat pertemuan masyarakat Tionghoa dan Belanda dalam kegiatan perdagangan.
“Boldy ini menjadi terkenal karena dia berada di daerah pusat orang-orang Tiongjoa. Tempat pertemuan antara orang Tiongjoa dan orang Belanda,” jelas Agung, Jumat (9/10/2026).
Menurut Agung, usaha yang dijalankan Boldy diperkirakan beragam, mulai dari perdagangan rempah-rempah dan gula hingga perhotelan dan persewaan kuda. Bidang usaha tersebut juga erat dengan aktivitas sejumlah pengusaha pada masa itu, termasuk keluarga Jensen dan Wichand.
Usaha persewaan kuda tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan pengangkutan barang dagangan di kawasan Pecinan. Layanan ini membantu pedagang Tionghoa maupun Belanda membawa barang belanjaan dari Pasar Kebalen.
“Jadi pengangkutannya membawa barang-barang dagangan orang Cina atau Belanda sehabis belanja di Pasar Kebalen atau Pecinan. Bisa disebut carteran,” ungkapnya.
Agung menjelaskan, kawasan tersebut memiliki kaitan erat dengan aktivitas perdagangan masyarakat Tionghoa. Ia menyebut wilayah sekitar klenteng sebagai Pecinan Besar, sedangkan kawasan Pasar Besar dikenal sebagai Pecinan Kecil.
Penelusuran peta lama juga memperlihatkan perkembangan nama Boldy di kawasan tersebut. Menurut Agung, nama itu belum tercantum dalam peta Malang tahun 1882 maupun 1923. Nama Gang Boldy atau Boldystraat baru ditemukan pada peta tahun 1946.
“Berarti itu namanya diabadikan jadi gang atau jalan yang sekarang adalah Jalan Mangun Sarkoro,” ujarnya.
Jejak kawasan Boldy masih bisa ditemukan hingga sekarang. Salah satunya melalui Bakpao Boldy, kuliner yang dikenal masyarakat Malang dan disebut telah dijual sejak era 1950-an. Sekitar 200 meter dari lokasi tersebut, terdapat pula Naamloze Vennotschap (NV) Apotek Boldy yang menggunakan nama serupa.
Gang Boldy sendiri berada di Kelurahan Jodipan, Kota Malang, dan mencakup wilayah RW 2 serta RW 3. Nama yang bertahan hingga kini menjadi salah satu petunjuk untuk menelusuri sejarah kawasan perdagangan lama di Malang. (ber)









