Akibat Serangan Jantung, Petani Sumberpucung Tewas dengan Posisi Sujud

Kabupaten Malang, blok-a.comDitemukan mayat seorang petani dengan posisi sujud di pekarangan rumah Sukarno warga Dusun Krajan Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Kronologi ditemukan mayat pria lansia itu diawali saat Sukarno yang hendak memberi makan ayam dikandang miliknya di pekarangan belakang rumahnya.

Sukarno sontak kaget ketika melihat petani yang sudah tak bernyawa itu dalam posisi telungkup seperti orang sedang sujud di pekarangan belakang rumahnya di Sumberpucung.

Melihat mayat tersebut, dirinya meminta pertolongan tetangganya yang bernama Dikron (40) dan Khalil (60), selanjutnya ketiga saksi itu pun kemudian memeriksa mayat tersebut.

Setelah diperiksa diketahui mayat itu adalah tetangganya sendiri yakni Samad (63) warga Dusun Krajan Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Selanjutnya, kejadian tersebut langsung di laporkan ke Polsek setempat. Tak lama kemudian, Polsek Sumberpucung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memeriksa kondisi mayat dan mengevakuasi.

Kapolsek Sumberpucung, AKP LUKMAN HUDIN mengatakan laporan tersebut masuk pada Senin (27/02/2023) sekitar pukul 07.30 WIB.

“Petugas kepolisian langsung terjun ke TKP untuk mengevakuasi mayat bersama dengan petugas perawat desa setempat,” terang AKP Lukman pada awakmedia, Senin (27/02/2023).

Lebih lanjut, dari keterangan pihak kepolisian yang berara di TKP ditemukan barang bukti kapak berserta sejumlah kayu dalam kondisi terbelah dan rokok linting milik korban.

“Posisi mayat dalam keadaan telungkup tangan kanan memegang korek api dan didekatnya diketemukan satu kapak serta kayu dalam kondisi sudah terbelah serta sebatang rokok lintingan disamping tubuh mayat,” bebernya.

Sementara itu hasil dari pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari ciri-ciri yang diperoleh pada temuan tubuh korban, diduga korban tersebut mengalami serangan jantung dan meninggal secara tiba-tiba saat membelah kayu.

“Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut permasalahan tersebut pada pihak manapun,” pungkasnya.

(ptu/bob)

Exit mobile version