Kota Malang, blok-A.com – Tragedi Kanjuruhan merupakan bentuk duka terbesar untuk suporter Indonesia. Untuk itu, seruan damai Aremania dan Bonek semakin lantang didengarkan atas tragedi maut Kanjuruhan.
Sesepuh Aremania, Anto Baret pun menyuarakan niat perdamaiannya, Sabtu (8/10/2022).
Berdasarkan data terkini, tragedi Kanjuruhan memakan korban jiwa sebanyak 131 sedangan ratusan lainnya luka luka. Menilik data tersebut, hal ini dirasa tepat untuk menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai bahan pelajaran serta renungan untuk menghentian revalitas dengan perdamaian antar keduanya.
Siang hari ini (8/10/2022), pukul 14.00 siang sesepuh Aremania menyuarakan kabar damai dari Aremania untuk perdamaian suporter se Indonesia, yang bertempat di kediaman Sam Anto Baret, Lowokdoro, Kecamatan Sukun, kota Malang.
Turut hadir tetua suporter aremania seperti, Sam Ade, Amin Jalur Gazza dan rekan rekan Aremania lainnya untuk menyuarakan perdamaian dari perwakilan aremania.
Amin Jalur Gazza, sebagai sesepuh aremania yang sejak awal mengatasnamakan sebagai aremania jalur gazza pun merasa lelah untuk meneruskan revalitas ini, tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban membuatnya sangat terpukul.
“Berat rasanya kalau persadamaian ini tidak dimulai dari sekarang akan sampai kapan ? Saya lelah sudah untuk persamaian ini, Perseteruan macam ditinggalkan anak anak kita, bagaiaman kita kalau sudah meninggal ? Akan meninggalkan perseteruan yang berlarut larut,” papar Amin pada awak media.
Perseteruan seperti revalitas ini menurutnya tidak sepatutnya diteruskan, sebagai tetua aremania ia mengatak perdamaian harus ada setelah ini untuk seluruh elemen suporter bola se Indonesia.
“Menurut saya perdamaian ini harus ada harus tercapai, tapi butuh proses tidak mudah untuk mengawal perdamaian ini, harus semua elemen suporter seluruh Indonesia,” terangnya.
Ditambahkan oleh Anto Baret, ia mengatakan perdamaian tidak semudah itu. Menurutnya perdamaian harus ada disertai dengan kesadaran seluruh suporter se Indonesia.
“Sebetulnya proses perdamaian ini tidak sesulit yg kita bayangkan, Semua butuh proses tapi dengan kesadaran saudara kita, suporter yg ada di seluruh Indonesia bahkan sudah menyuarkan perdamaian yang dimana mana tanpa disuruh, karena mereka melihat saudara saudara kita jadi korban lain dengan kesadarannya sendiri mereka ingin damai,” tambah Anto Baret.
Menurutnya tragedi Kanjuruhan merupakan panggilan tuhan yang maha kuasa untuk menyelesaikan revalitas antar keduanya.
“Karena tuhan melihat umat semuanya hidup rukun mungkin memamg sudah saatnya ini bukan kehebatan kita kita gak ada apa apanya, buktinya bertahun tahun tetep juga kita menanamkan rasa benci, inilah saatnya,” kata Anton Baret.
Diakhir, Anto Baret yang juga salah seorang budayawan kota Malang itu pun juga mengatakan terimakasih atas kiriman doa untuk korban Kanjuruhan dari seluruh suporter yang ada di Indonesia khususnya untuk Bonek.
“Saya berterimakasih untuk kiriam doanya untuk seluruh suporter Indonesia, untuk bonek. Di Tugu Pahlawan mereka menggelar tahlil terimakasih untuk seluruh saudara saudaraku, ini saatnya kita kembali ke sila ketiga yaitu persatuan Indonesia,” pungkasnya. (ptu/bob)




