Ada Tempat Penampungan Botol Plastik di Koridor Kayutangan Heritage

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kepala DLH, Noer Rahman saat melihat tempat penampungan botol plastik hasil kerja sama dengan Universitas Negeri Malang.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kepala DLH, Noer Rahman saat melihat tempat penampungan botol plastik hasil kerja sama dengan Universitas Negeri Malang.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan tempat penampungan botol plastik di kawasan Kayutangan Heritage.

Kotak besi berukuran 1,5 x 2 meter ini dipasang di trotoar koridor kawasan tersebut sebagai proyek percontohan untuk fasilitas daur ulang di ruang publik.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, mengatakan proyek ini bertujuan mengukur partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik secara langsung di ruang terbuka.

“Masih baru, ini hasil kerja sama kami dengan UM. Kita coba dulu sebagai prototype. Kalau responsnya bagus dan potensinya menjanjikan, akan kami perluas. Bisa melalui kerja sama dengan bank sampah atau pokdarwis (kelompok sadar wisata),” ujar Roni, Sabtu (7/6/2025).

Menurut Roni, indikator keberhasilan proyek ini dapat dilihat dari kecepatan kotak tersebut terisi penuh.

Semakin cepat penuh, menunjukkan semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang.

“Kalau dalam waktu singkat sudah terisi penuh, itu artinya potensial untuk diperbanyak,” tambahnya.

DLH juga tengah menyiapkan perluasan program ke berbagai titik strategis lainnya, seperti Balai Kota Malang, Alun-Alun Merdeka, Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka, hingga pusat-pusat keramaian lain yang kerap menjadi titik kumpul warga.

Menariknya, program ini tak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tapi juga mengusung semangat ekonomi sirkular.

Sampah botol plastik yang terkumpul nantinya akan diserahkan ke bank sampah atau kader lingkungan untuk diolah dan memiliki nilai ekonomi.

Sebagai langkah lanjutan, DLH juga telah mengajukan kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui program CSR untuk menghadirkan vending machine daur ulang botol plastik di Kota Malang.

Mesin ini memungkinkan masyarakat menukar botol plastik dengan poin atau nilai uang secara digital.

“Sudah kami ajukan ke BSI karena mereka punya mesin yang bisa langsung memberikan insentif. Jadi masyarakat tinggal masukkan botol, keluar poin atau bisa dikonversi menjadi uang,” jelas Roni.

Rencana pemasangan vending machine ini akan mengikuti titik-titik lokasi penampung botol yang sedang diuji coba saat ini.

DLH berharap inisiatif ini dapat menjadi bagian dari wajah kota yang modern, ramah lingkungan, dan melibatkan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah. (yog/lio)

Exit mobile version