5 Tradisi Unik Saat Idul Adha yang Ada di Indonesia

Nur Rohman (55), salah satu penyedia jasa salon sapi di Pasar Hewan Dimoro saat mempercantik penampilan sapi. (Foto : Fajar/blok-a.com)
Nur Rohman (55), salah satu penyedia jasa salon sapi di Pasar Hewan Dimoro saat mempercantik penampilan sapi. (Foto : Fajar/blok-a.com)

Blok-a.comHari raya Idul Adha merupakan salah satu hari yang dirayakan oleh seluruh umat islam di dunia.

Hari Raya Idul Adha identik dengan ibadah kurban di mana umat Muslim akan menyembelih sejumlah hewan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Penduduk Indonesia biasanya merayakan Hari Raya Idul Adha dengan beribadah salat bersama di masjid terdekat dan kemudian menyembelih kurban.

Setelahnya, daging kurban dibagi-bagikan dan dimasak untuk dinikmati bersama seluruh anggota keluarga.

Indonesia terkenal memiliki berbagai macam tradisi di setiap daerahnya. Begitu pula dengan perayaan Hari Idul Adha. Ada banyak sekali tradisi Idul Adha.

Berikut Adalah 5 Tradisi Unik Saat Hari Raya Idul Adha

  1. Meugang di Aceh
    Tradisi Meugang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan identik dengan makan daging sapi atau kerbau bersama.

Daging-daging tersebut diolah dengan beraneka ragam masakan untuk disantap bersama.

Sejarah Meugang ini berawal dari masa kerajaan Aceh yang memotong hewan dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Tradisi ini digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kemakmuran tanah Aceh. Hingga kini, tradisi ini masih dilestarikan oleh seluruh masyarakat Aceh ketika menyambut hari besar umat Islam, termasuk Idul Adha.

  1. Tradisi Jemur Kasur – Banyuwangi

Tradisi Idul Adha di Indonesia selanjutnya dilaksanakan di Banyuwangi dengan nama Jemur Kasur atau Mepe Kasur. Tradisi ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha oleh suku Osing di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi.

Seperti namanya, warga akan menjemur kasur di depan rumah dari pagi hingga sore hari. Sebelum menjemur kasur, sejumlah warga akan memulai prosesi dengan Tari Gandrung. Tujuan dari tradisi ini adalah menolak bala dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

  1. Toron dan Nyalase – Madura

Tradisi Idul Adha di Madura dikenal dengan nama Toron dan Nyalase. Toron memiliki arti “mudik”. Pada Hari Raya Idul Adha, warga Madura yang tinggal atau bekerja di luar kota akan berbondong-bondong mudik ke Madura.

Selain Toron, warga Madura juga akan melakukan Nyalase atau ziarah ke makam yang bertujuan untuk mendoakan para leluhur. Tradisi Nyalase ini dilaksanakan setelah pelaksanaan shalat Idul Adha.

  1. Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Tradisi Grebeg Gunungan ini sepintas hampir mirip dengan tradisi Apitan di Semarang. Dalam tradisi Grebeg Gunungan, warga akan mengarak hasil bumi yang telah disusun menjadi gunungan dari halaman Keraton sampai Masjid Gede Kauman.

Arak-arakan hasil bumi tersebut meliputi tiga buah gunungan yang disusun dari sayur mayur dan buah-buahan.

Masyarakat setempat percaya bahwa mengambil hasil bumi dalam tradisi Grebeg Gunungan dapat mendatangkan rezeki.

Di Yogyakarta, tradisi semacam ini digelar bersamaan dengan hari besar agama Islam. Grebeg Syawalan dilangsungkan saat Idul Fitri dan Grebeg Gunungan dilaksanakan saat perayaan Idul Adha.

  1. Manten Sapi di Pasuruan

Tak hanya sepasang manusia saja yang mendapat status manten atau pengantin di Jawa. Kamu bisa menemukan tradisi Manten Sapi di Pasuruan. Lebih tepatnya di Desa Watestani, Grati, Pasuruan.

Tradisi ini berlangsung sehari sebelum hari raya Idul Adha. Masyarakat setempat mengadakan acara ini untuk memberikan penghormatan terhadap sapi dan hewan kurban yang akan disembelih keesokan harinya.

Prosesnya dimulai dengan memandikan sapi menggunakan air kembang layaknya acara siraman di pernikahan. Kemudian, para sapi juga akan mengenakan kalung dari bunga tujuh rupa. Bagian tubuh juga ditutup menggunakan kain putih.
Setelahnya akan berlangsung arak-arakan menuju masjid untuk menyerahkan mereka ke panitia. (mid/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com