5 Fakta Tragedi 3 Orang Tewas di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Blok-a.com – Tragedi meninggalnya tiga orang dalam acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi perhatian publik.

Seperti diketahui, pada Jumat (18/7/2025), putra Dedi Mulyadi, Maula Akbar resmi menikah dengan Putri Karlina, yang menjabat sebagai Wakil Bupati Garut.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, digelar hiburan rakyat di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut. Namun, membludaknya antusiasme warga yang ingin menyaksikan acara tersebut menyebabkan desak-desakan yang berujung pada insiden tragis.

Dikutip dari Blok-a.com pada Sabtu (19/7/2025), berikut sejumlah fakta terkait insiden yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dalam acara pernikahan tersebut.

Berawal dari Makanan Gratis

Insiden bermula ketika ribuan warga memadati area acara untuk memperoleh makanan gratis yang dibagikan oleh panitia. Namun, tingginya jumlah massa yang hadir membuat situasi menjadi tidak terkendali.

Para warga mengantre di dua pintu masuk Pendopo Garut demi memperoleh makanan yang telah disediakan. Namun, seiring dengan semakin padatnya antrean, kerumunan mulai saling berdesakan di area gerbang. Akibatnya, sejumlah orang terjatuh dan terinjak-injak.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kerumunan warga saling mendorong saat berusaha memasuki area pendopo. Ribuan warga tersebut tampak mengulurkan tangan untuk masuk. Banyak dari mereka yang terdorong hingga terjatuh, bahkan sebagian terinjak oleh warga di belakangnya.

Situasi pun semakin tidak terkendali, sementara petugas yang berada di lokasi berupaya mengevakuasi dan menyelamatkan warga yang terjatuh serta terjepit di tengah kerumunan.

Korban Anak Kecil – Polisi

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tragis saat acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Salah satu korban adalah anak perempuan berinisial VA (8), warga Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Korban kedua adalah seorang wanita lansia berusia 61 tahun berinisial DJ, yang berdasarkan KTP berdomisili di Jakarta Utara.

Korban ketiga merupakan anggota kepolisian, Bripka Cecep Saeful Bahri (39), yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Garut. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Polda Jawa Barat.

“Polda Jabar membenarkan informasi adanya tiga orang yang meninggal dalam kegiatan resepsi yang ada di Garut,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.

Ia menambahkan bahwa Bripka Cecep, yang menjadi salah satu korban, saat itu sedang membantu mengevakuasi warga yang pingsan akibat desak-desakan saat hendak memasuki lokasi acara. Setelah situasi mulai terkendali, Cecep sempat beristirahat, namun tiba-tiba pingsan.

“Saat itu yang bersangkutan pingsan kemudian meninggal dunia. Dipastikan di lokasi dan dibawa oleh ambulans ke rumah sakit,” katanya.

Permintaan Maaf Dedi Mulyadi

Menanggapi insiden yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dalam acara pernikahan putranya, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf sekaligus ungkapan belasungkawa yang mendalam.

“Pertama, saya menyampaikan turut berduka cita. Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah,” kata Dedi.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini juga menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya kegiatan makan gratis yang digelar saat acara. Ia hanya mendapatkan informasi bahwa malam harinya akan ada pertunjukan seni sebagai bagian dari syukuran.

“Acara syukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya tuh tidak tahu acara kegiatan itu. Artinya saya hanya memahami bahwa nanti malam itu ada acara kegiatan saya bertemu warga dalam bentuk pentas seni. Saya tidak tahu bahwa ada acara syukuran bersama warga, kemudian warga diundang makan bersama,” ujarnya.

Beri Santunan Rp150 Juta

Sebagai bentuk belasungkawa, Kang Dedi menyampaikan bahwa dirinya akan memberikan santunan sebesar Rp150 juta kepada masing-masing keluarga korban.

“Kemudian yang ketiga, saya menyampaikan, hari ini sudah saya meminta staf saya untuk segera menemui seluruh keluarganya dan menyampaikan uang duka dari saya sebagai Gubernur Jawa Barat terhadap keluarga saya hari ini yang mendapat musibah dan kami menyampaikan uang duka Rp 150 juta per keluarga,” kata dia.

Ia juga menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam menggelar suatu acara.

“Ini adalah bagian dari empati kami dan kemudian ke depan, pembelajaran penting bagi siapapun, termasuk keluarga saya sendiri, kalau buat acara itu harus diperhitungkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, termasuk juga penyiapan pengamanan yang cukup,” kata dia.

“Tetapi, ya, sudah lah peristiwa itu sudah terjadi, dan tentunya saya bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas itu, meskipun itu dilakukan oleh kedua mempelai,” lanjutnya.

Polda Jabar Lakukan Investigasi

Menanggapi kejadian tersebut, Polda Jawa Barat akan melakukan investigasi guna mengungkap penyebab meninggalnya ketiga korban.

“Tentunya kami juga akan melakukan pendalaman, akan melakukan investigasi, bagaimana peristiwa ini terjadi sehingga mengakibatkan ada tiga yang meninggal dunia,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan

Ia menjelaskan bahwa pengamanan sebenarnya telah dipersiapkan dengan melibatkan total 404 personel gabungan. Para petugas keamanan juga telah menempati posisinya masing-masing dan menerima pengarahan sebelumnya, dengan tujuan agar acara berjalan lancar.

Namun, kerumunan besar tetap menyebabkan desak-desakan yang berujung pada jatuhnya korban, termasuk seorang anggota kepolisian yang tengah bertugas di tengah keramaian.

“Secara teknis, polisi akan melakukan penyelidikan mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak dan nanti siapa yang paling bertanggung jawab pada peristiwa ini,” kata Rudi.

“Secepatnya kami akan mengumpulkan informasi-informasi lain sehingga ketika nanti adanya pemanggilan atau proses penyelidikan itu, kami sudah mempunyai data yang cukup. Saya rasa itu dulu,” katanya. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com