4 Orang Mengaku Turut Jadi Korban Dugaan Pelecehan Dokter RS Persada Hospital Malang

Kuasa Hukum korban QAR, Satria Marwan saat membuat laporan dugaan pelecehan seksual oleh dokter Persada Hospital di Mapolresta Malang Kota.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Kuasa Hukum korban QAR, Satria Marwan saat membuat laporan dugaan pelecehan seksual oleh dokter Persada Hospital di Mapolresta Malang Kota.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Jumlah korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter AY dari RS Persada Hospital Malang terus bertambah. Hingga saat ini, sedikitnya empat orang mengaku menjadi korban dari dokter yang sama.

Informasi tersebut disampaikan oleh kuasa hukum salah satu korban berinisial QAR, Satria Marwan. Ia menyatakan bahwa sejak kasus ini mencuat, sejumlah korban baru mulai bermunculan.

“Kita sudah mendapat informasi, total ada 4 korban dengan dokter yang sama,” ujar Satria.

Korban pertama yang bersuara adalah QAR, asal Bandung, Jawa Barat. Ia telah melaporkan kasus yang dialaminya kepada pihak kepolisian dan membagikan kisahnya melalui media sosial. Setelah unggahan itu viral, korban lain mulai menghubungi QAR dan menceritakan pengalaman serupa.

Menurut Satria, pihaknya kini tengah mengumpulkan bukti terkait dugaan tindakan pelecehan tersebut. Ia menyebut modus yang dilakukan terhadap para korban cenderung serupa dan terjadi di rumah sakit yang sama.

“Saya tidak sebutkan siapa, tapi modusnya hampir sama dengan dokter yang sama dan di rumah sakit yang sama,” ungkapnya.

Satria menambahkan, beberapa korban telah menyatakan kesediaan untuk bertemu langsung demi menindaklanjuti kasus ini secara hukum.

“Korban ada yang mau ketemu sama kita juga. Saya juga sempat melihat bukti chat-nya, dengan modus hampir sama,” katanya.

Satria menyebut, kejadian dugaan pelecehan yang dialami para korban terjadi di tahun yang berbeda-beda, namun dengan pola yang serupa.

Modus yang digunakan oleh terduga pelaku antara lain berupa pesan singkat yang berulang, rayuan, hingga ajakan menonton konser.

“Tahunnya berbeda. Modusnya ya spam chat, flirting goda-goda, ngajak nonton konser dan lainnya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini pertama kali mencuat dari pengakuan QAR yang mengunjungi RS Persada Hospital pada 2022 karena kondisi kesehatannya menurun.

Dalam pemeriksaan, dokter AY diduga melakukan tindakan tak pantas dengan meraba bagian dada dan meminta korban melepas bra saat hendak menggunakan stetoskop.

Atas kejadian tersebut, QAR memutuskan menempuh jalur hukum. Sementara itu, pihak RS Persada Hospital menyatakan telah menonaktifkan sementara dokter AY dan tengah melakukan investigasi internal terkait dugaan pelecehan tersebut. (yog/lio)

Exit mobile version