Kabupaten Malang, blok-a.com – Meskipun tidak terlalu signifikan, kasus COVID-19 di Malang sempat mengalami kenaikan pasca lebaran. Dinas Kesehatan pun telah menyiapkan 300 dosis vaksin untuk masyarakat Kabupaten Malang.
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menambahkan regimen vaksin Covid-19 berupa vaksin IndoVac sebagai booster kedua. Vaksin IndoVac ini berlaku bagi sasaran yang sebelumnya mendapatkan vaksin primer jenis AstraZeneca.
“Pemberian vaksinasi COVID-19 dosis booster ke-2 IndoVac ini bagi semua masyarakat umum usia 18 tahun ke atas. Sebelumnya vaksin Indovac hanya diberikan pada Lansia di atas 60 tahun,” tulis keterangan di situs Kemenkes, Jumat (5/05/2023).
Dijelaskan, bahwasanya booster tambahan ini diberikan dengan tujuan agar kekebalaan imunitas masyarakat terjaga dan dapat memutus penularan COVID-19. Terlebih pasca perayaan lebaran idulfitri tanpa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyaraka (PPKM) pada 2023.
Tak hanya itu, setelah dilakukan survey, ternyata sejumlah kasus positif COVID-19 yang dilakukan perawatan di rumah sakit dengan kasusnya tergolong sedang hingga berat. Sebagian besar belum mendapatkan booster. Begitupula dengan kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia.
Dengan demikian, di tahapan awal sebagai bentuk meminimalisir sebaran COVID-19, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo menyebut, pihaknya telah menyiapkan 300 dosis vaksin IndoVac yang segera digelontorkan ke seluruh gerai vaksin yang tersebar di Kabupaten Malang secara merata.
“IndoVac ini baru minta 300 dosis saja, karena peminatnya agak kurang. Sedangkan kalau minta banyak takutnya expired nanti,” tutur Wiyanto saat ditemui Blok-a.com beberapa waktu lalu.
Karena jumlah yang terbatas, pihaknya telah mengajukan lagi sebanyak 300 dosis vaksin indovac untuk tahap dua. Hingga saat ini masih dalam proses pemesanan.
“Yang 300 awal hingga sekarang belum disuntikan, tapi sudah saya mintakan lagi 300 dosis untuk persediaan,” imbuhnya.
Karena berbenturan dengan momen hari raya idulfitri. Rencananya, Dinkes Malang akan mendisplay 300 dosis tersebut di setiap puskesmas dan gerai vaksin lainnya setelah musim lebaran.
“Rencana 300 nanti kita distribusikan ke puskesmas, karena jumlahnya kecil nanti kita dulukan yang banyak peminat dulu,” terangnya.
Disinggung terkait persentase vaksinasi di Kabupaten Malang, Wiyanto menyebut hingga kini vaksinasi masih tergolong rendah.
Kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi, serta anggapan permasalahan COVID-19 sudah hilang menjadi penyebab terbesar serapan vaksin di Kabupaten Malang cukup rendah.
“Vaksinasi sangat kecil, walaupun sudah di obrak obrak tetap susah. Karena merasa sudah sehat dan menganggap COVID-19 tidak ada hilang,”
Mengingat hal tersebut, selanjutnya Dinkes Kabupaten Malang akan melalukan evaluasi terhadap kenaikan kasus COVID-19 pasca lebaran.
“Setelah idul fitri akan kita evaluasi setelah satu dua minggu, apakah terjadi peningkatan atau tidak,“ pungkasnya.(ptu/lio)




