Blok-a.com – Fakta-fakta mengenai Pulau Pasir belakangan ini banyak dicari oleh masyarakat setelah muncul polemik mengenai kepemilikan pulau tersebut.
Sebelumnya, Australia mengklaim bahwa pulau yang berada di Laut Timor tersebut merupakan miliknya. Masyarakat adat Laut Timor pun tak terima atas pengakuan tersebut.
Mereka mengamcam akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra, jika pihak Australia tak segera keluar dari gugusan pulau tersebut.
Tak lama setelah kabar tersebut beredar, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Abdul Kadir Jaelani pun buka suara.
Ia menyatakan Pulau Pasir yang berada di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan termasuk dalam wilayah Indonesia. Itu artinya pulau ini memang benar milik Australia.
“Menurut Hukum Internasional, wilayah NKRI sebatas wilayah bekas Hindia Belanda. Pulau Pasir tidak pernah termasuk dalam administrasi Hindia Belanda,” cuitnya melalui akun Twitter-nya, @akjailani pada Senin (24/10/2022).
Keistimewaan Pulau Pasir, NTT
Lantas apa keistimewaan dari pulau ini hingga menjadi rebutan dua negara? Berikut Blok-a.com akan mengulas deretan fakta mengenai Pulau Pasir.
1. Kaya akan Migas
Minyak dan gas bumi menjadi salah satu harta karun yang dimiliki oleh Pulau Pasir. Diketahui, kawasan tersebut memiliki potensi gas bumi dan minyak yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5 juta barel.
Dengan potensi tersebut, tak heran jika Australia melakukan kerap melakukan eksploitasi minyak dan gas di perairan pulau tak berpenghuni tersebut.
Kegiatan ekploitasi minyak gas di pulau ini sebenarnya telah didesak untuk berhenti. Hal tersebut bertujuan agar kejadian tahun 2009 yang menumpahkan satu kilang minyak montana, tak terulang kembali.
Tumpahan minyak tersebut diketahui telah memusnahkan ratusan hektare rumput laut para nelayan dan jumlah tangkapan ikan mengalami penurunan.
Tak hanya itu, beberapa nelayan dan anak-anak pun dikabarkan terluka dan meninggal dunia akibat terkena minyak yang mengalir deras ke perairan NTT.
2. Keanekaragaman Hayati Melimpah
Selain memiliki sumber daya mineral, ternyata pulau yang memiliki luas sekitar 167 km persegi ini juga menyimpan keanekaragaman hayati yang melimpah.
Keanekaragaman hayati tersebut meliputi 14 jenis ular laut, 433 jenis moluska, 255 jenis terumbu karang, serta 547 spesies ikan. Diantara ratusan spesies ikan tersebut, sebanyak 16% merupakan ikan spesies Australia.
Gugusan Pulau Pasir ini juga menjadi area bertelur penyu dan populasi burung yang bermigrasi. Binatang seperti dugong, berbagai cetacion, dan hiu paus pun kerap terlihat secara teratur di sekitar karang.
3. Lokasi Pemakaman Leluhur Rote
Banyak sumber yang mengatakan bahwa Pulau Pasir merupakan tempat peristirahatan terakhir para leluhur Rote. Bermacam artefak lainnya juga ditemukan di gugusan Pulau Pasir ini.
Menurut informasi yang beredar, Pulau Pasir sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat nelayan tradisional Indonesia, khususnya nelayan tradisional Rote.
Dulunya pulau ini dijadikan sebagai lokasi peristirahatan nelayan setelah semalam suntuk menangkap ikan di perairan Pulau Pasir.
(hen)




