2 Tahun Terakhir Kebakaran: Korsleting Listrik Sebabkan Kerugian Rp 6,3 Miliar bagi Warga Kota Malang

Ilustrasi/Shutterstock
Ilustrasi/Shutterstock

Kota Malang, Blok-a.com – Kerusakan yang menimpa beberapa gedung di Kota Malang yang diakibatkan adanya kebakaran meningkat setiap tahunnya. Kebakaran paling banyak disebabkan adanya korsleting listrik.

Salah satu kasus terbesar baru baru ini yakni, kebakaran yang menimpa Malang Plaza pada awal Mei 2023 kemarin. Bahkan, menurut Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, kebakaran tersebut menyebabkan merugian setidaknya Rp 125 miliar.

Lebih lanjut, menurut Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Teguh Budi Wibowo menjelaskan bahwa jumlah kebakaran mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Pada tahun 2021, tercatat 66 kebakaran, sedangkan pada tahun 2022 meningkat menjadi 77 kasus.

Tahun 2023 juga menunjukkan peningkatan yang terindikasi, dengan terjadi 34 kebakaran dalam kurun waktu empat bulan pertama (Januari-April) (lebih lengkap dapat dilihat pada grafik).

“Kecamatan Sukun mencatat jumlah kebakaran terbanyak pada tahun 2021 dengan 17 kejadian, sedangkan pada tahun berikutnya, Kecamatan Blimbing mengalami peningkatan jumlah kebakaran dengan 18 kejadian,” kata dia.

Pada tahun 2021, kerugian material akibat kebakaran mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp 3,8 miliar

Namun, pada tahun berikutnya, meskipun jumlah kasus kebakaran meningkat, kerugian material menurun menjadi Rp 2,5 miliar.

Dilihat dari objek kebakaran, dalam dua tahun terakhir kebakaran mayoritas terjadi di rumah atau permukiman.

Sementara itu, instalasi listrik menempati urutan ketiga sebagai penyebab kebakaran.

Pada tahun 2021, urutan kedua kasus kebakaran paling banyak terjadi di pasar atau pertokoan dengan 11 kejadian.

Namun, pada tahun 2022 urutan kedua paling banyak mengalami kebakaran adalah restoran dengan enam kejadian.

“Pada tahun 2021, urutan kedua kasus kebakaran paling banyak terjadi di pasar atau pertokoan dengan 11 kejadian,” ujarnya.

“Namun, pada tahun 2022 urutan kedua terjadi di restoran dengan enam kejadian,” tambahnya.

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa penyebab terbanyak dari kebakaran dalam dua tahun terakhir ini adalah korsleting listrik.

“Kemudian, faktor kebocoran gas dan kelalaian penghuni rumah menjadi penyebab selanjutnya,” tutupnya.

Exit mobile version