16 Ribu Jiwa Masih Rasakan Kekeringan saat Musim Hujan di Malang Selatan

Ilustrasi bocah di Malang Selatan berebut bantuan air bersih saat bencana kekeringan melanda (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Ilustrasi bocah di Malang Selatan berebut bantuan air bersih saat bencana kekeringan melanda (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi awal musim hujan di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur mayoritas terjadi pada November 2024, namun sejumlah wilayah di Kabupaten Malang justru masih kekurangan air bersih.

Bencana kekeringan di sisi selatan wilayah Kabupaten Malang telah terjadi sejak awal September hingga 7 November 2024. Hingga kini, bantuan air bersih masih terus dilakukan untuk pemunuhan kebutuhan sehari-hari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengungkapkan, bantuan air bersih yang telah digelontokan sejak awal September hingga 6 November 2024 telah mencapai 4 juta liter lebih.

“Hari Rabu (6/11/2024) kemarin sebanyak 143 ribu liter air yang kami distribusikan. Sementara itu total keseluruhan sejak 4 Setember hingga kemarin sebanyak 4.032.150 liter air bersih,” ungkap Sadono saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2024).

Sadono menjelaskan, dari data BPBD Kabupaten Malang, setidaknya ada 18 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Malang selatan masih mengalami bencana kekeringan.

Diantaranya yakni, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Donomulyo, Bantur, Gondanglegi, Gedangan, Kalipare, dan Pagak.

“Di Kecamatan Sumawe paling banyak, ada delapan desa. Sedangkan itu di Kecamatan Donomulyo, Kalipare dan Bantur, masing-masing ada empat desa yang terdamapak,” bebernya.

Sementara itu, di Kecamatan Gedangan ada 3 desa yang terdampak dan di Kecamatan Pagak terdapat 2 desa. Terakhir, di Kecamatan Gondanglegi dan Bantur masing-masing terdapat 1 desa yang terdampak bencen kekeringan.

Jika ditotal, sambung Sadono, maka penerima manfaat air besih pada bencan kekeringan tahun 2024 sebanyak 5.283 kepala keluarga. Mereka tersebar di 18 desa, dengan total sebanyak belasan ribu jiwa.

“Untuk di 18 desa yang tersebar di 7 kecamatan ini ada sebanyak 16.051 jiwa penerima manfaat air bersih,” ungkapnya.

Selain air bersih, BPBD juga memberikan bantuan tandon portable di sejumlah titik wilayah yang terdampak bencana kekeringan. Tandon portable tersebut digunakan sebagai tempat menyimpan air ketika pendistribusian dilakukan.

“Tandon portable itu berupa terpal. Kami akan terus melakukan pendistribusian air bersih sampai selesainya status daruratnya,” pungkasnya. (ptu)

Exit mobile version