blok-A.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Makarim tuai banyak kritikan terkait gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saat rapat Komisi X DRR RI, pada Senin silam.
Banyaknya PPPK yang belum menerima gaji serta guru lulus passing grade yang tak kunjung diangkat menyebabkan gejolak amarah Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah.
Anita mengungkapkan amarahnya lantaran masih banyaknya persoalan PPPK yang belum diselesaikan oleh Mendikbud. Dengan suara lantangnya, ia seolah olah menyuarakan hak PPPK pada Mendikbud pada Rakernas yang digelar Senin lalu.
“Sampai hari ini pak masih banyak guru guru yang menangis, kapan kami terima gaji ? kami mau makan apa ini? Kami sudah lulus passing grade, kami sudah tidak bekerja lagi, anak kami mau makan apa ? Dengar itu dong pak mentri!,” ungkap tegas Anita saat Raker Komisi X dengan Mendikbud.
Selanjutnya, Anita juga meminta Mendikbud untuk memperhatikan tunjangan guru honorer di sejumlah daerah terutama di daerah 3 T (Tertinggal, terdepan dan terluar).
“Tolong perhatikan pak menteri, tunjangan profesi guru, di daerah terpencil yang belum cair sudah tiga bulan, ini kita mau marah apa mau kasihan. Tolong perhatikan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Politisi dari Partai Demokrat itu pun menyinggung soal sikap Nadiem Makarim yang merasa bangga karena mendapat tepuk tangan dalam rapat Persatuan Bangsa-Bangsa (PPB) beberapa hari lalu.
Ia pun menegaskan apa yang perlu dibanggakan dari 400 tim bayangan yang Nadiem banggakan pada rapat PBB. Menurutnya, hal tersebut tak mustinya dibanggakan jika persoalan PPPK tak menuai hasil yang maksimal.
“Pertanyaan saya tim bayangan sebanyak 400 itu apa dampak positifnya, apa energi positifnya untuk indonesia ? Kenapa masih banyak permasalahan di daearah 3 T ? Apa yang mereka lakukan sampai kita harus bangga dengan anda ?,” pungkasnya tegas. (bob)




