Ini Daftar Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Indonesia Masuk Hitungan

Ilustrasi: asap mengepul akibat serangan militer di Timur Tengah (foto: wikimedia)
Ilustrasi: asap mengepul akibat serangan militer di Timur Tengah (foto: wikimedia)

Blok-a.com – Konflik di Timur Tengah kembali memanas, terutama akibat serangan balasan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hal ini memicu kekhawatiran global, menyebabkan banyak pihak mulai mencemaskan kemungkinan meletusnya Perang Dunia III.

Di tengah situasi ini, sejumlah pihak mulai mempersiapkan diri. Melansir laporan The Economic Times, beberapa negara dinilai memiliki ketahanan terbaik jika konflik skala besar benar-benar terjadi. Berikut daftar negara-negara paling aman tersebut, yang menariknya, ternyata Indonesia termasuk.

Posisi Netral dan Geografis Indonesia

Indonesia dinilai sebagai tempat aman karena konsistensi dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia selalu mengutamakan perdamaian dunia dan cenderung tidak memihak dalam blok militer kekuatan besar.

Selain faktor politik, letak geografis Indonesia yang berupa kepulauan luas dan tersebar, membuatnya bukan menjadi target strategis utama dalam perang nuklir. Sumber daya alam yang melimpah, termasuk hasil pertanian, perikanan, dan mineral, juga dianggap mampu menopang ketahanan pangan mandiri jika rantai pasokan global terputus.

Indonesia juga merupakan anggota pendiri Gerakan Non-Blok pada 1961, yang memperkuat posisinya sebagai negara netral dalam percaturan politik internasional.

Daftar Negara Aman Lainnya

Selain Indonesia, terdapat beberapa negara yang dinilai memiliki tingkat keamanan tinggi berdasarkan Global Peace Index dan kondisi geografisnya:

1. Islandia

Islandia menempati urutan teratas sebagai negara paling damai di dunia berdasarkan Global Peace Index 2024. Lokasinya yang terisolasi di Atlantik Utara dan sejarahnya yang tidak pernah terlibat dalam konflik militer modern menjadikannya tempat perlindungan yang ideal. Islandia juga tidak memiliki tentara permanen sejak 1869.

2. Selandia Baru

Selandia Baru dikenal karena kebijakan luar negeri netralnya dan jarak geografis yang sangat jauh dari zona konflik utama. Medan yang bergunung-gunung memberikan perlindungan alami bagi warganya. Selain itu, negara ini memiliki ketahanan pangan yang sangat mandiri di belahan bumi selatan dengan sektor agrikultur dan peternakan yang kuat.

3. Swiss

Negara di Eropa ini identik dengan netralitas politik sejak Kongres Wina 1815. Swiss didukung oleh bentang alam pegunungan Alpen dan memiliki jaringan bunker nuklir yang sangat luas. Untuk melindungi warga dari ancaman radiasi nuklir, bunker tersebut mampu menampung seluruh populasi Swiss yang sekitar 8,7 juta jiwa.

4. Bhutan

Setelah bergabung dengan PBB pada 1971, Bhutan mendeklarasikan diri sebagai negara netral. Letaknya yang berada di pedalaman pegunungan Himalaya memberikan benteng perlindungan alami yang sulit ditembus oleh kekuatan militer luar. Bhutan juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat dan China.

5. Chili

Chili memiliki isolasi alami karena berbatasan dengan pegunungan Andes di sebelah timur dan Samudra Pasifik di sebelah barat. Kekayaan sumber daya alam, termasuk tembaga, litium, dan sektor pertanian yang kuat, membuat Chili mampu bertahan meski rantai pasok global terputus akibat perang.

6. Antartika dan Kepulauan Pasifik

Untuk perlindungan ekstrem dari ancaman nuklir, Antartika dianggap sebagai tempat paling aman karena letaknya di ujung selatan bumi dan jauh dari target militer mana pun. Berdasarkan Traktat Antartika 1959, wilayah ini ditetapkan sebagai zona bebas militer dan nuklir.

Sementara itu, negara kepulauan kecil seperti Tuvalu dan Fiji juga masuk dalam daftar. Selain lokasinya yang sangat jauh di Samudra Pasifik, infrastruktur yang terbatas membuat negara-negara ini tidak menarik secara strategis bagi pihak-pihak yang bertikai. (mg1/ova)

Penulis: Klara Keren Sales (Mahasiswa magang UNITRI)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com