Kabupaten Malang, blok-a.com – Masyarakat harap waspada, aksi penipuan dengan kedok sales es krim tengah marak di wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sejumlah toko baru pun telah menjadi korban.
Salah satunya adalah toko milik Iis Yuliani, warga Dusun Mabul RT 5 RW 2, Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Iis mengatakan, ia ditipu oleh seorang pria yang menjadi sales es krim merk kenamaan Indonesia.
Awalnya, pelaku yang mengendarai motor Yamaha Jupiter dan mengenakan jaket kulit hitam, celana panjang coklat, masker hitam, serta helm hitam, mendatangi toko korban pada Selasa (8/8/2023) lalu.
“Ikhlas saja. Mungkin ini adalah ujian awal dalam membuka toko. Pelaku bermodus menawarkan es krim,” ujar Iis kepada blok-a.com pada Sabtu (12/8/2023).
Saat itu, pelaku menawarkan sebuah freezer es krim untuk diletakkan di tokonya yang baru buka.
“Saya menolak karena listrik di rumah tidak kuat. Namun, pelaku mengatakan bahwa ada program baru dengan freezer es krim Wall’s yang menggunakan baterai. Jika baterai habis, pihak Wall’s akan menggantinya,” ungkapnya.
Sales tersebut kemudian memberikan pilihan pada Iis mengenai jenis freezer yang diinginkan. Ada tiga pilihan, yaitu freezer susun, freezer besar, dan freezer kecil seperti yang umumnya ada di toko-toko.
“Sales menjelaskan bahwa freezer kecil memiliki es lengkap dengan harga 1.500.000 (sudah termasuk isi). Selain itu, bisa juga untuk menyimpan es batu, kiko pino, dll. Asal ada kesepakatan dengan saya. Sementara, freezer susun bayarnya 1.000.000 karena hanya bisa untuk es stik saja, sudah termasuk isi,” jelasnya.
“Sang sales bertanya kepada saya, ‘Mbak mau yang mana?’. Saya menjawab bahwa pembayaran akan dilakukan setelah barang tiba,” tambah Iis.
Namun, sang sales mengatakan bahwa pembayaran harus dilakukan saat itu juga karena akan dilaporkan ke perusahaan. Iis diminta untuk bertanya pada toko-toko lain karena prosesnya sama.

“Entah mengapa, saya langsung membayarnya dan diberi kwitansi pembayaran oleh pelaku. Setelah itu, sang sales mengatakan bahwa es akan datang pada hari Kamis (10/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Saya sempat mengambil foto sales tersebut,” lanjutnya.
Barulah malam harinya, Iis menyadari bahwa dia menjadi korban penipuan.
Seorang temannya mengunggah cerita di WhatsApp mengenai penipuan berkedok sales es krim. Kwitansi yang diberikan padanya sama dengan yang lainnya. Iis menyadari bahwa sudah ada beberapa korban sebelumnya.
“Saya menjadi korban juga. Padahal seharusnya barang dikirim pada Kamis pukul 11, tetapi hingga saat ini barang belum datang. Semoga tidak ada korban lain,” tutupnya.(mg1/lio)




