Viral Kasus Perusakan Mobil Wisatawan di Banyuwangi, Polisi Amankan Pelaku

Pelaku kasus perusakan mobil wisatawan asal Kota Batu saat diamankan polisi. (dok. Humas Polresta Banyuwangi)
Pelaku kasus perusakan mobil wisatawan asal Kota Batu saat diamankan polisi. (dok. Humas Polresta Banyuwangi)

Banyuwangi, blok-a.com – Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan perusakan mobil milik seorang wisatawan asal Kota Batu, Jawa Timur. Kejadian yang terekam oleh anak korban itu terjadi pada Sabtu (25/1/2025) sekitar pukul 13.40 WIB, saat korban HW bersama keluarganya dalam perjalanan pulang dari tempat wisata di Kabupaten Banyuwangi. Video tersebut langsung viral dan menarik perhatian publik.

Berkat rekaman tersebut, Polresta Banyuwangi bergerak cepat untuk mengungkap identitas pelaku.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, melalui Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku yang terlibat dalam perusakan mobil adalah ANC (17), ANS (39), dan AMR (31). Mereka berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, namun kini tinggal di Banyuwangi.

“Identitas ketiga pelaku sesuai dengan KTP, mereka berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat ini ketiga pelaku tersebut berdomisili di Lingkungan Kampung Baru, Keluruhan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi,” ungkapnya, Rabu (29/1/2025).

Peristiwa perusakan tersebut terjadi di Jalan Nasional III, tepatnya depan Bank BRI, Dusun Krajan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Sebuah mobil pikap dengan nomor polisi P-8279-EC yang digunakan oleh pelaku terlihat dengan jelas dalam video yang diambil oleh anak korban, yang juga memperlihatkan detik-detik perusakan yang terjadi.

Menurut Kompol Vega, kejadian berawal ketika HW mengemudikan mobil Toyota Calya bersama istrinya dan anaknya. Mereka melaju dari arah Benculuk menuju Banyuwangi. Tiba-tiba, sebuah mobil pikap mencoba mendahului dengan cara zig-zag dan sangat mepet dengan mobil korban.

“Secara refleks karena kaget korban membunyikan klakson agar mobil tersebut berhati-hati saat mendahului,” papar Kompol Vega

Kejadian ini berulang hingga tiga kali, membuat istri korban sangat ketakutan. Tidak berhenti di situ, mobil pikap tersebut akhirnya memotong jalan dan memberhentikan mobil korban.

Saat HW menurunkan kaca mobil untuk menanyakan maksud pengemudi pikap, pelaku langsung memukul kaca pintu mobil dengan tangan hingga pecah, dan serpihannya mengenai jari anak korban.

“Karena berusaha membela diri, HW sempat akan dipukul oleh sopir beserta kedua temannya. Lalu satu orang pelaku lainnya juga memukul kaca samping kiri belakang, namun tidak sampai pecah,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, Sat Reskrim Polresta Banyuwangi melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menganalisis rekaman video yang viral di media sosial.

Namun, setelah dilakukan pertemuan antara korban dan ketiga pelaku, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan tanpa melanjutkannya ke ranah hukum.

“Pihak korban dan pelaku sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah, dan perkara ini dianggap selesai,” terang Kompol Vega.

Pihak korban juga meminta agar permintaan maaf dari pelaku direkam dalam video dan diunggah ke media sosial Instagram untuk menjaga agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat.

“Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan etika berlalu lintas, dan tidak mudah terprovokasi saat berkendara di jalan raya. Diharapkan, insiden ini menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pengguna jalan,” tandas Kompol Vega.(kur/lio)

Exit mobile version