Motif Pengeroyokan Hingga Korban Tewas di Pujon Malang Gegara Masalah Sepele: Pelaku Tersinggung Dilihat

Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsudin saat rilis kasus pengeroyokan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Jumat (12/1/2024) (blok-a/Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Terungkap motif pengeroyokan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang mayat korbannya ditemukan di aliran irigasi.

Korban pengeroyokan itu adalah DAP (17). Sementara pelaku pengeroyokan itu adalah AS (18), EKS (14), dan ARZ (17).

Motif pengeroyokan itu karena para pelaku tersinggung saat dilihati oleh DAP dan rekannya GW (18) saat melintas di depan para pelaku di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

DAP dan GW kala itu hendak melihat acara bantengan dan melewati sebuah gazebo yang ditempati para pelaku Sabtu (6/1/2024).

Merasa tersinggung, salah satu pelaku menegur DAP dan GW.

“Kemudian ditegur sama si pelaku ‘opo lirik-lirik’, kemudian korban berhenti dan tiba-tiba menghampiri gazebo dan korban memukul pelaku, ujar Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsudin saat rilis di Mapolres Batu, Jumat (12/1/2024).

Pelaku yang tidak terima, lanjut Oskar, langsung memukul balik korban. Dua pelaku lainnya pun langsung membantu untuk memukul DAP dan GW.

Sementara dipukuli, teman DAP, yakni GW berhasil kabur.

“Saat itu teman korban (GW) berhasil melarikan diri. Sedangkan korban tertangkap dan dikeroyok para pelaku,” tambahnya.

Kala itu, para pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras. Tak puas dengan memukul, para pelaku juga menyerang DAP dengan pisau yang dipinjam ke salah satu rekan pelaku.

Untuk memastikan DAP tewas, para pelaku juga memukul DAP dengan batu dan bambu.

“Jadi yang melatarbelakangi pengeroyokan hingga ada satu korban meninggal dunia yaitu ketersinggungan. Selain itu pra pelaku juga di bawah pengaruh minuman keras,” jelasnya.

Sementara itu, sebenarnya hubungan antara korban pengeroyokan dan para pelaku ini tidak ada. Mereka tidak saling mengenal.

Para pelaku pengeroyokan dan korban baru bertemu di sebuah gazebo di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang itu.

“Mereka ini tidak kenal, jadi ketemunya pas di lokasi tersebut. Dari keterangan para pelaku, penganiayaan dilakukan di tiga tempat yang berbeda antara lain Gazebo atau TKP pertama, Jembatan Biyan TKP kedua, dan Lapangan Desa Ngroto TKP ketiga atau tempat membuang jenazah,” kata dia.

Sementara itu, mayat DAP sempat menggemparkan warga Kecamatan Pujon keesokan harinya atau Minggu, 7 Januari 2024 pagi.

Sebab, mayat tersebut awalnya tidak dikenali dan posisinya tertelungkup di aliran irigasi.

Namun tak berlangsung lama, mayat tersebut sudah teridentifikasi sebagai DAP korban pengeroyokan. (ags/bob)

Exit mobile version