Kabupaten Malang, blok-a.com – Terjadi kasus pembunuhan di sebuah warung kopi di Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Pembunuhan ini terjadi di sebuah kafe sekaligus cucian mobil di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Jumat (16/5/2025) sekitar pukul 23.30 malam kemarin.
Korban diketahui adalah Ahmad Husaini (25) warga Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran. Ahmad dibunuh oleh Muhammad Fikri (26) yang merupakan warga Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengatakan, mulanya korban dan pelaku yakni Fikri tengah menenggak minuman keras (Miras) bersama dengan beberapa teman lainnya.
Fikri pun waktu itu hendak ke kamar mandi. Namun Ahmad langsung menyerobot. Ahmad masuk kamar mandi terlebih dulu.
Setelah keluar dari kamar mandi, korban tiba-tiba memukul dan menarik kerah baju pelaku. Pelaku pun terjatuh.
Akhirnya pelaku langsung mengeluarkan pisau. Korban langsung ditusuk.
“Pelaku yang tersulit emosi langsung mengeluarkan pisau dan menusuk korban,” jelasnya.
Ada 10 kali tusukan. Pertama mengenai perut korban. Setelah itu, korban sempat lari dan terjatuh. Pelaku pun mengejar hingga menyabetkan pisaunya ke bagian kaki, punggung, dan kepala korban.
Korban pun langsung tewas. Lukanya cukup parah di beberapa bagian tubuh. Jenazahnya dilakukan visum di RSSA Malang.
Sementara pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Gondanglegi dan langsung diamankan. Sebelumnya pelaku sempat melarikan diri ke rumahnya.
“Petugas juga langsung melakukan penggeledahan dan menemukan pisau yang digunakan untuk menghabisi korban,” kata dia.
Adapun barang bukti yang diamankan, yakni pisau sepanjang 30 cm, pakaian pelaku, dan korban, 4 botol minuman keras, serta kalung, rokok, dan uang tunai milik korban.
Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan/atau Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
“Kasus ini masih kami dalami. Pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi terus kami lakukan untuk memperjelas kronologi dan motif,” kata dia.
Dia pun mengimbau agar masyarakat menghindari meminum miras. “Yang kerap jadi pemicu kekerasan,” tutupnya. (bob)




