Banyuwangi, blok-a.com – Realitas kehidupan di tahun 2025 menunjukkan bahwa gadget, khususnya smartphone, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat. Namun di balik kemudahan akses informasi dan konektivitas digital, muncul lonjakan persoalan kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan.
Di Indonesia, rata-rata screen time masyarakat tercatat mencapai 5,7 jam per hari. Kondisi ini berkontribusi pada meningkatnya kasus kecemasan, depresi, gangguan tidur, hingga kelelahan digital (digital fatigue).
Survei UNICEF tahun 2021 bahkan mencatat hampir 50 persen anak muda Indonesia mengalami tekanan mental akibat tuntutan akademik, pekerjaan, dan paparan media sosial.
Psikolog RSUD Genteng, Ratna Azkia Rakhmandari S.PSI,.Mpsi,. menilai, masalah kesehatan mental tersebut dipicu oleh berbagai mekanisme psikologis akibat interaksi digital yang berlebihan.
“Mulai dari social comparison stress, banjir informasi (information overload), kecanduan digital, gangguan fokus, hingga isolasi emosional meski secara virtual terlihat selalu terhubung. Ketidakseimbangan antara interaksi digital dan hubungan sosial yang autentik perlahan menggerus kesejahteraan emosional masyarakat,” ujar Ratna Azkia.
Untuk menghadapi tantangan ini, sejumlah langkah preventif dapat dilakukan secara mandiri. Di antaranya dengan membatasi waktu layar, melakukan digital detox secara berkala, berolahraga rutin, memperkuat interaksi langsung dengan keluarga dan teman, serta menerapkan meditasi singkat untuk meredakan stres.
Selain itu, dukungan kolektif juga diperlukan melalui penguatan literasi digital, seperti seminar, lokakarya, dan edukasi mengenai etika digital serta manajemen screen time.
Merespons kondisi tersebut, RSUD Genteng kini menghadirkan layanan Poli Psikologi. Layanan ini ditujukan untuk memberikan pendampingan psikologis profesional bagi masyarakat yang mengalami stres, kecemasan, burnout, gangguan tidur, hingga permasalahan keluarga dan perilaku anak.
Dengan hadirnya Poli Psikologi, RSUD Genteng berharap masyarakat tidak ragu mencari bantuan ketika mengalami tekanan emosional.
Kesehatan mental dinilai sama pentingnya dengan kesehatan fisik karena keduanya saling berkaitan dan berpengaruh besar terhadap kemampuan berpikir jernih, berinteraksi sosial, serta beradaptasi dengan perubahan.
RSUD Genteng juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan mental sejak dini dan memanfaatkan layanan Poli Psikologi sebagai ruang konsultasi yang aman, nyaman, dan profesional.(kur/lio)




