Banyuwangi, blok-a.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap keluhan nyeri dada yang kerap disalahartikan sebagai sakit lambung. Pasalnya, gejala penyakit jantung dan gangguan lambung sering kali mirip, namun memiliki risiko yang berbeda, terutama pada penyakit jantung yang dapat berakibat fatal.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Genteng, dr. Hidayanto Perdana, SpJP, menyampaikan bahwa kemiripan gejala terjadi karena letak organ jantung dan lambung yang berdekatan serta memiliki jalur persarafan yang saling terkait.
“Diantaranya seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, mual, hingga muntah bisa muncul pada kedua kondisi tersebut. Namun, penanganannya sangat berbeda,” jelasnya pada Selasa (3/2/2026).
Menurut dr. Hidayanto, penyakit jantung yang paling sering dijumpai adalah penyakit jantung koroner akibat penyempitan pembuluh darah koroner.
“Namun gejala utama yang harus diwaspadai adalah nyeri dada yang terasa seperti ditekan benda berat, tidak dapat ditunjuk dengan satu jari, dan dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung. Keluhan tersebut umumnya disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, hingga pingsan,” bebernya.
Sementara itu, gangguan lambung seperti gastritis dan gastroesophageal reflux disease (GERD) biasanya menimbulkan nyeri ulu hati, perut kembung, sering bersendawa, serta rasa perih atau terbakar di dada. Nyeri lambung umumnya berkaitan dengan pola makan dan dapat membaik setelah mengonsumsi obat lambung.
“Jika nyeri dada muncul saat aktivitas atau stres, serta tidak membaik dengan obat lambung, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit,” imbau dr. Hidayanto.
Ia menegaskan, keterlambatan penanganan penyakit jantung dapat berujung pada kondisi gawat darurat hingga kematian. RSUD Genteng mencatat, kelompok usia lanjut, penderita diabetes, hipertensi, dan perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.
“Oleh karena itu, kami mengimbau pada masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan nyeri dada atau sesak napas,” terangnya.
Selain itu, lanjut dr. Hidayanto, RSUD Genteng selama ini juga terus melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Hal ini bertujuan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung, serta mendorong penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tutupnya. (Kur).




