Banyuwangi, Blok-a.com – Pernahkah Anda merasakan nyeri yang dalam dan menusuk di sekitar pantat? Bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala sindrom piriformis. Sindrom piriformis adalah kumpulan gejala yang muncul akibat adanya tekanan pada saraf oleh otot piriformis (otot pantat) yang menegang.
Dokter spesialis anestesi RSUD Genteng, dr. Yanuarning Tyas, Sp.An., menjelaskan, gejala umum sindrom piriformis meliputi:
- Nyeri tumpul atau sensasi terbakar di pantat
- Nyeri, mati rasa, atau kesemutan di bagian belakang paha, betis, hingga kaki
- Nyeri memburuk saat duduk terlalu lama, menaiki tangga, atau berjalan menanjak, serta
- Berkurangnya rentang gerak sendi panggul.
Selain itu, lanjut dr. Yanuarning Tyas, juga ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom piriformis, yaitu:
- Mengangkat beban berat
- Memaksakan diri saat berolahraga
- Sering duduk terlalu lama
- Memutar pinggul secara tiba-tiba
- Melakukan gerakan berulang pada tungkai, seperti berjalan, menaiki tangga, atau berlari
Berikut untuk penanganan yang dapat dilakukan di rumah:
- Kompres dingin pada area yang nyeri 10-15 menit, beberapa kali sehari
- Peregangan dan olahraga ringan seperti bridge pose, clamshell, atau jalan kaki ringan dan berenang
- Hindari aktivitas berat dan perbaiki postur saat duduk, berdiri, atau tidur
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen
“Namun, jika pasien tidak mengalami perbaikan setelah mengkonsumsi obat pereda nyeri dan melakukan fisioterapi, maka disarankan sebaiknya pasien memeriksakan diri ke poli nyeri RSUD Genteng agar mendapatkan penanganan lanjut oleh dokter ahli nyeri intervensi,” tutupnya. (kur/gni)




