Jember, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-Unair) Cabang Jember menjalin kesepakatan bersama di bidang kesehatan. Kolaborasi ini merupakan langkah taktis untuk merespons tingginya kasus stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Jember. Di mana, ketiga kondisi tersebut selama ini menjadi parameter krusial dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tingkat provinsi.
Kerjasama Pemkab Jember dan IKA Unair diresmikan dalam acara penandatanganan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin (27/7/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut ,Bupati Jember, Gus Fawait, menyampakian sambutannya bahwa keahlian spesifik dari para alumnus Unair di bidang medis sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Penanganan masalah kesehatan ibu dan anak tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan administratif konvensional. Melainkan harus melibatkan intervensi klinis yang presisi serta edukasi gizi yang masif langsung di tingkat posyandu dan puskesmas.
Universitas Airlangga dikenal secara nasional memiliki salah satu fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat terbaik di Indonesia. Perguruan tinggi yang berpusat di Surabaya ini telah menempatkan banyak lulusannya di posisi-posisi strategis fasilitas kesehatan di seluruh penjuru Kabupaten Jember. Baik sebagai dokter spesialis, dokter umum, bidan, maupun birokrat kesehatan.
Gus Fawait mengajak seluruh jajaran dokter dan tenaga kesehatan dari IKA Unair Cabang Jember, untuk turun bergotong-royong menjadi garda terdepan, dalam memitigasi risiko kehamilan dini, mengawal pemenuhan gizi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), serta memberikan pelayanan kedokteran preventif gratis bagi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan.
Pemkab Jember berkomitmen untuk memfasilitasi sarana operasional di lapangan, sementara IKA Unair menyuplai kepakaran teknis medisnya.
Implementasi dari kesepakatan bersama ini akan diwujudkan dalam bentuk program kerja berkala. Di antaranya penyelenggaraan klinik satelit yang bergerak ke desa-desa dengan tingkat kasus stunting tertinggi. Juga lewat pelatihan standardisasi kompetensi bagi kader kesehatan desa, serta pembentukan sistem rujukan darurat yang lebih cepat bagi ibu melahirkan guna menekan AKI dan AKB.
Melalui sinergi ini, IKA Unair diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata dalam memperbaiki tata kelola layanan kesehatan publik di Jember. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendukung transformasi rumah sakit daerah menjadi pusat pelayanan kesehatan yang inklusif, bermutu tinggi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat kurang mampu secara merata. (rio/ova)




