blok-a.com – Sosok Fahri Fadilah Nur Rizki belakangan ramai diperbincangkan setelah kisah gagalnya masuk menjadi calon bintara polri viral di media sosial. Diketahui, dia sudah masuk peringkat 35 dari ribuan peserta.
Namun tiba-tiba namanya dicoret dan digantikan siswa yang gagal menjelang pendidikan bintara Polri. Curhatan Fahri ini membuat Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan alasan Fahri tidak bisa ikut pendidikan Bintara ialah karena didiagnosa buta warna parsial.
Lantas apakah yang dimaksut dengan buta warna parsial ? Yuk simak penjelasan berikut ini.
Buta warna parsial adalah kondisi yang membuat penderitanya kesulitan membedakan warna-warna tertentu. Untuk memastikan kondisi ini, ada serangkaian tes yang akan dilakukan, mulai dari pemeriksaan mata hingga tes menggunakan benang wol.
Buta warna parsial menjadi jenis buta warna yang umum terjadi. Berbeda dengan buta warna total yang tidak mampu melihat warna sama sekali, buta warna parsial tidak dapat melihat warna tertentu dengan baik, misalnya tidak dapat membedakan warna merah dengan hijau.
Gangguan ini terbagi dalam beberapa kategori.
– Protanopia
Penderitanya sering mengidentifikasi warna hijau dan jingga sebagai warna kuning dan melihat warna merah sebagai warna hitam.
– Deuteranomali
Penderita buta warna ini sulit membedakan warna biru dengan ungu dan mengidentifikasi warna kuning dan hijau sebagai warna merah.
– Protanomali
Seseorang dengan buta warna protanomali melihat warna merah, kuning dan jingga sebagai warna hijau dan tidak cerah seperti warna aslinya.
– Deuteranopia
Penderitanya sering mengidentifikasi warna merah sebagai kuning kecoklatan dan melihat warna hijau sebagai warna krem.
– Tritanopia
Penderita tritanopia mengalami kesulitan identfikasi warna biru dan kuning sehingga biru dianggap sebagai warna hijau dan kuning terlihat seperti abu-abu terang.
– Tritanomali
Penderita buta warna tritanomali sulit membedakan warna biru dengan hijau dan dalam pengelihatannya, merah muda terlihat seperti warna merah atau kuning.
Buta warna parsial disebabkan beberapa hal, seperti faktor keturunan, paparan zat kimia berbahaya, atau cedera fisik pada beberapa area tubuh, seperti mata, saraf penglihatan, bagian otak yang bertugas memproses informasi warna. Katarak dan faktor usia juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami buta warna.
Dikutip dari laman Ciputra Hospital, sejauh ini, belum ditemukan obat untuk buta warna parsial yang diturunkan. Namun, bila penyebabnya adalah penyakit atau cedera mata, maka dapat dibantu dengan menggunakan kacamata khusus atau kontak lensa guna meningkatkan kemampuan penglihatan.
Demikian penjelasan mengenai apa itu buta warna parsial dan arti buta warna parsial adalah di mana penderitanya hanya tidak bisa mengenali warna tertentu. (Heni)




