Kota Malang, blok-a.com – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang banyak dialami masyarakat di Kota Malang. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama karena anak-anak turut mengalami keluhan ISPA di tengah kondisi kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan ISPA merupakan penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan. Faktor lingkungan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selain kebersihan dan sanitasi pribadi maupun keluarga.
“Ya jadi itu penyakit yang berbasis lingkungan. Nah karena berbasis lingkungan tentu bukan hanya higiene sanitasi pribadi dan keluarga tetapi juga didukung oleh lingkungan,” ujar Husnul.
Menurutnya, saat ini keluhan ISPA cukup banyak. Salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan adalah adanya debu vulkanik dari aktivitas gunung serta asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Untuk saat ini satu memang infeksi saluran pernapasan akut ini lebih banyak ya karena berbagai faktor lah. Salah satunya mungkin faktor alam adanya debu vulkanik, baik dari Gunung Semeru ataupun yang dari Krakatau,” jelasnya.
Selain debu vulkanik, Husnul menyebut asap karhutla juga dapat memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat, termasuk anak-anak saat beraktivitas.
“Ada lagi juga yang dari asap karhutlanya itu juga mempengaruhi kualitas udara yang dihirup oleh masyarakat ataupun anak-anak saat mengadakan aktivitas itu,” lanjutnya.
Meski demikian, Dinkes Kota Malang masih menunggu hasil kajian mengenai kondisi dan potensi gangguan kualitas udara di wilayah Kota Malang.
Husnul mengatakan, apabila kondisi abu vulkanik maupun asap dinilai sudah mengganggu kualitas udara di Kota Malang, pihaknya akan menyampaikan imbauan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan langkah antisipasi, termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Untuk sementara, ia mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, tidak terlalu lama berada di luar ruangan. Penggunaan alat pelindung seperti masker juga disarankan ketika anak harus beraktivitas di luar.
“Ya satu pencegahannya untuk anak-anak ya kami berharap tidak terlalu lama untuk berada di luar, di luar ruangan, di luar kelas ataupun pada saat dia pulang ataupun berangkat itu juga diharapkan memakai alat pelindung, paling tidak masker ataupun sapu tangan,” tuturnya.
Husnul menambahkan, secara umum ISPA masih menjadi penyakit dengan kunjungan tinggi di fasilitas kesehatan (faskes) Kota Malang. Namun, penyebab spesifik dari masing-masing kasus ISPA tidak selalu dapat diketahui.
“Kalau yang ISPA itu secara umum ya, itu disebabkan karena apa kita juga tidak tahu tapi terdeteksi sebagai ISPA. Kalau ISPA itu di Kota Malang tetap merupakan peringkat pertama untuk kunjungan masyarakat di faskes,” pungkasnya. (bob)




