Dinkes Kota Malang Catat Penurunan Kasus HIV di Tahun 2025

Foto: Photostock

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 190 kasus baru infeksi HIV sepanjang Januari hingga Mei 2025. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 211 kasus.

Meski demikian, Dinkes tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Untuk itu, kampanye edukasi bertajuk #CekTuntas digencarkan sebagai bagian dari program nasional eliminasi HIV, Tuberkulosis (TB), dan malaria pada 2030.

“HIV ini program nasional. Jadi, kami terus mengampanyekan dan mengedukasi masyarakat, baik melalui musrenbang tematik maupun sosialisasi di kelurahan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, Rabu (4/6/2025).

Meifta menilai, kelompok usia muda rentan tertular HIV karena berada dalam fase eksploratif dan kerap mencoba perilaku berisiko, termasuk hubungan seksual tanpa proteksi dan penggunaan jarum suntik narkoba.

“Kadang hanya sekali mencoba, tapi jika dilakukan dengan orang yang sudah terinfeksi HIV/AIDS, maka tetap berisiko tinggi tertular,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV). Menurutnya, HIV tidak selalu ditularkan melalui perilaku menyimpang, tetapi juga bisa melalui penularan ibu ke anak saat melahirkan atau dari pasangan.

“Jadi tidak semua ODHIV itu karena seks bebas atau narkoba. Bisa saja dari pasangannya sendiri atau saat proses kelahiran,” tegas Meifta.

Meifta menambahkan bahwa penderita HIV dapat hidup normal dan produktif jika rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) dan menjaga kesehatan.

Dinkes Kota Malang pun mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui tes HIV dan konseling. Saat ini, hampir 30 fasilitas layanan kesehatan di Kota Malang, termasuk seluruh 16 puskesmas, telah menyediakan layanan skrining hingga pengobatan HIV/AIDS.

“Kami ingin masyarakat tidak takut periksa. Kalau ditemukan lebih awal, pengobatan bisa segera diberikan untuk mencegah virus berkembang,” pungkas Meifta. (yog/bob)

Exit mobile version