Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Mojokerto Temukan Beras Premium Dijual di Atas HET

Satgas pangan Polres Mojokerto saat sidak harga pangan di pasar Mojosari.(Foto: Dokumen Polres)
Satgas pangan Polres Mojokerto saat sidak harga pangan di pasar Mojosari.(Foto: Dokumen Polres)

Mojokerto, Blok-a.com – Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern. Hasilnya, petugas menemukan beras premium yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Inspeksi dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pariwisata (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/2/2026). Sasaran pemeriksaan meliputi pasar tradisional hingga ritel modern di wilayah Kecamatan Mojosari.

Dari hasil pengecekan di pasar tradisional, sebagian besar harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Di antaranya cabai merah besar Rp36.000 per kilogram, cabai rawit Rp70.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp27.000 per kilogram.

Sementara itu, harga minyak curah ditemukan sebesar Rp19.000 per liter, MinyaKita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp16.000 per kilogram, beras SP2HP Rp60.000 per 5 kilogram, serta beras medium dijual Rp14.000 per kilogram.

“Beras premium masih melimpah dan harganya stabil di pasar tradisional. Sedangkan beras curah saat ini kosong karena kurang diminati masyarakat,” ujar Kanit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Dawan Naibaho.

Namun kondisi berbeda ditemukan di ritel modern. Petugas mendapati beras premium dijual dengan harga Rp15.800 per kilogram. Harga tersebut melebihi HET tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp14.900 per kilogram untuk beras premium dan Rp13.500 per kilogram untuk beras medium di Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Bali, Sumatera Selatan, dan NTB.

“Atas temuan tersebut, kami sudah memberikan surat teguran. Untuk produsen dan pasar tradisional, harga beras masih berada di bawah dan sesuai HET, baik premium maupun medium,” imbuh Dawan.

Selain melakukan pengecekan, petugas gabungan juga memberikan imbauan kepada para pedagang agar menjual beras sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

“Ke depan kami akan terus melakukan pengecekan secara berkala, melakukan pengawasan, serta monitoring stabilitas harga beras, khususnya menjelang Ramadan,” pungkasnya. (sya/gni)

Exit mobile version