Banyuwangi, Blok-a.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi bekerja sama dengan Puskesmas Mojopanggung menggelar pemeriksaan kesehatan rutin serta tes Voluntary Counseling and Testing (VCT) bagi 50 warga binaan, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Lapas Banyuwangi dalam memenuhi hak-hak dasar warga binaan, khususnya dalam layanan kesehatan.
Pemeriksaan yang dilaksanakan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi itu dilakukan secara komprehensif. Mulai dari pengecekan tanda-tanda vital dan konsultasi keluhan kesehatan fisik. Hingga pengambilan sampel darah untuk deteksi dini penyakit menular seperti HIV/AIDS melalui metode VCT.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan kesehatan menjadi prioritas utama dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan. Meski sedang menjalani masa pidana, hak warga binaan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tetap menjadi kewajiban negara yang harus dipenuhi secara maksimal.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan dalam kondisi sehat secara fisik dan mental. Lapas Banyuwangi bersinergi dengan Puskesmas Mojopanggung ini adalah merupakan bentuk nyata pemenuhan hak kesehatan bagi mereka. Dengan deteksi dini melalui VCT, kita bisa melakukan langkah preventif maupun penanganan yang cepat jika ditemukan adanya gangguan kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wayan memaparkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kesehatan jangka panjang di Lapas Banyuwangi. Mengingat jumlah warga binaan cukup banyak, pelaksanaan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan menjangkau seluruh warga binaan.

“Pemeriksaan hari ini diikuti oleh 50 orang warga binaan. Kami tegaskan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga menjangkau seluruh warga binaan tanpa terkecuali. Target kami adalah seluruh penghuni Lapas mendapatkan hak skrining kesehatan yang sama guna menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan bebas dari penularan penyakit menular,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Puskesmas Mojopanggung menyambut baik kolaborasi yang telah terjalin. Selain melakukan tindakan medis, tim tenaga kesehatan (nakes) yang diterjunkan juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Edukasi tersebut dinilai penting agar warga binaan memiliki kesadaran mandiri dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan blok hunian.
PJ HIV/AIDS Puskesmas Mojopanggung, Diah Retno Utami, mengungkapkan pemeriksaan ini merupakan bagian dari penguatan skrining kesehatan di lingkungan berisiko tinggi. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung Lapas Banyuwangi dalam memantau kondisi kesehatan warga binaan secara periodik.
“Kami mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan Lapas Banyuwangi dalam memfasilitasi pemeriksaan ini. 50 warga binaan yang mengikuti tes hari ini sangat kooperatif. Tujuan kami bukan hanya menemukan kasus secara dini, tapi memberikan pemahaman bahwa kesehatan adalah aset berharga agar mereka tetap produktif selama menjalani masa pembinaan disini,” tutupnya. (Kur)




