Blitar, blok-a.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri bersama Polda Jawa Timur dan Satlantas Polres Blitar Kota menggelar kegiatan sosialisasi tertib lalu lintas, Senin (21/7/2025) di Istana Gebang, kediaman masa kecil Presiden Soekarno.
Kegiatan ini menargetkan tiga kelompok utama, yaitu pelajar tingkat menengah, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil. Sosialisasi ini dirancang secara komunikatif dan edukatif untuk mengatasi persoalan lalu lintas yang ada di lapangan.
Hal itu disampaikan Tim Asistensi Korlantas Mabes Polri sekaligus Kepala Tim Operasi Semeru Polda Jatim, Kompol Randi Asdar.
“Pada sore hari ini kami hadir, kebetulan kami tim asistensi Korlantas Polri bersama Kasatlantas Polres Blitar Kota melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa,” kata Kompol Randy.
Randy menjelaskan, kegiatan Polantas Menyapa dilakukan di tempat-tempat umum dengan harapan terjalin hubungan emosional yang baik antara masyarakat dan polisi. Selama ini, kegiatan serupa lebih sering dilakukan di kantor atau sekolah.
“Kegiatan ini adalah kegiatan dari Kakorlantas Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk duduk bersama dengan masyarakat dengan cara yang tidak resmi,” jelasnya.
Randy menambahkan, keselamatan berlalu lintas merupakan hal yang seringkali luput dari perhatian. Oleh karena itu, program ini menjadi penting untuk mensosialisasikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Karena keselamatan berlalu lintas ini kadang-kadang hal yang jarang dibicarakan. Namun keselamatan berlalu lintas ini selalu memakan korban,” imbuhnya.
Ia menekankan pentingnya peran semua elemen masyarakat, termasuk pengguna kendaraan roda dua dan empat, komunitas ojek online, komunitas pengendara mobil, truk, dan anak-anak sekolah, untuk peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.
“Di sini kita mengajak semua elemen masyarakat, baik itu pengguna kendaraan roda dua, roda empat, eh komunitas ojek online, komunitas pengendara mobil, truk, ataupun eh anak-anak sekolah,” jelasnya.
Randy berharap, dengan kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat, tercipta lingkungan yang aman dan terhindar dari kecelakaan lalu lintas.
“Dengan harapan semua orang peduli dengan keselamatan berlalu lintas ini sehingga tercapailah keselamatan berlalu lintas dan tidak ada lagi kecelakaan-kecelakaan lalu lintas berikutnya,” ujarnya.
Randy juga menuturkan, poin penting yang perlu ditekankan adalah kepada pengendara generasi muda dan menengah. Program ini juga mencakup sosialisasi tertib berlalu lintas dan kesiapan dalam berkendara.
“Poin-poin yang disampaikan, tentang tertib berlalu lintas, mematuhi aturan-aturan lalu lintas, kesiapan dalam berkendara. Namun di dalam posisi ini tidak hanya kita membicarakan tentang keselamatan diri kita, tapi bagaimana caranya kita menciptakan lingkungan di tempat tinggal kita, lingkungan pribadi kita,” paparnya.
Ia menambahkan, upaya menciptakan lingkungan yang aman juga melibatkan kerja sama dengan kepala desa dan kepala RT/RW setempat.
“Bagaimana caranya kita menciptakan lingkungan yang berkeselamatan dengan menggandeng kepala desa, kepala RT, RW yang ada di sana. Ini untuk sama-sama menciptakan lingkungan-lingkungan yang berkeselamatan,” pungkas Randy. (jar/lio)




