banner 728x250
News  

Halo Matahari! Hari Ini Cahaya Cincinmu Bikin Heboh Warga Malang-Bali

Fenomena Halo Matahari terlihat di Malang dan Bali
Fenomena Halo Matahari terlihat di Malang dan Bali
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Minggu (27/9) siang ini ada fenomena unik di langit. Matahari siang berpendar dibarengi lingkaran bak cincin. Matahari bercincin ini menghebohkan warganet. Fenomena ini bisa dilihat masyarakat dari Malang, bahkan hingga Bali. Mereka ramai-ramai membagikan peristiwa ini ke platform sosial media masing-masing.

Dari pantauan Blok-A, matahari memang terlihat bercincin siang ini. Sementara itu, Dita yang kini tinggal di Bali membagikan pengalaman serupa lewat WhatsApp Status. “Hari ini matahari bercincin,” ujarnya.

banner 325x300

“Ya memang hari ini ada Titik Kulminasi Matahari, jadi muncul fenomena melingkar seperti itu,” urai Kepala BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Klas III Karangkates, Musripan,

Mengutip dari laman resmi BMKG, kulminasi adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama. Hari kulminasi utama ini juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan karena pada saat itu matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Menurut Musripan, ini fenomena biasa. “Jadi tidak memberi dampak apapun, baik ke cuaca dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto menjelaskan fenomena cincin yang melingkar di matahari ini. Fenomana ini dinamai Halo Matahari.

“Fenomena halo merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari. Ini merupakan pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi. Awan yang membiaskan sinar matahari itu merupakan awan tipis cirrus yang berada pada ketinggian 6.000 meter dari permukaan bumi,” terang Teguh.

Nah, awan cirrus ini mempunyai partikel yang sangat dingin dan biasanya berwujud kristal es. Awan cirrus yang super dingin inilah yang membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk seperti cincin yang melingkari matahari.

Dijelaskan lebih lanjut, peristiwa munculnya fenomena halo yang terpantau sejak pukul 10.00 WIB siang ini adalah peristiwa biasa.

“Seperti halnya pelangi dan bukan pertanda bencana, seperti gempa atau lainnya. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik atau terpengaruh dengan mitos atau informasi yang bisa menyesatkan terkait fenomena tersebut,” tambah Teguh.

Biasanya setelah beberapa saat setelah matahari bersinar dan memanaskan partikel air yang super dingin di awan cirrus, maka fenomena itu akan hilang dengan sendirinya.

“Biasanya berlangsung tidak lama, biasanya pling lama ya hanya sekitar 30 menit sampai dengan 2 jam. Fenomena alam ini juga tidak membahayakan bagi kesehatan, juga tidak ada pertanda akan masuk ke waktu musim hujan. Musim hujan sendiri banyak faktor yang mempengaruhi,” tandasnya.

banner 325x300

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.