Siswa Kesurupan Massal Saat Study Tour, Ini Sejarah dan Mitos Tanah Lot Bali

siswa kesurupan massal di bali
Tanah Lot Bali (ist)

Blok-a.com – Sejarah dan mitos yang ada di Tanah Lot Bali baru-baru ini menjadi banyak pertanyaan publik setelah peristiwa sejumlah siswi yang mengalami kesurupan massal saat study tour di Bali.

Sebelum kesurupan, mereka sempat berkeliling di Tanah lot dan Pengelipuran. Di Tanah lot, siswi-siswi tersebut melakukan tindakan yang tidak patut yaitu mengambil kerang dan membuangnya di Batubulan. Selain itu, mereka juga berkata kasar, menginjak-injak hingga meludahi sesajen di daerah Pengelipuran.

Akhirnya mereka mengalami kesurupan massal di parkiran pusat oleh-oleh di Bali yaitu Gianyar. Berdasarkan keterangan yang beredar, kesurupan tersebut disebabkan karena mereka dicari oleh “Due” dari pura di Tanah lot dan Pengelipuran. Mereka diminta untuk mengembalikan apa yang sudah mereka ambil dan mereka rusak.

Tanah Lot merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Bali yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Jaraknya sekitar 13 km ke arah barat kota Tabanan. Dari Bandara Ngurah Rai bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam dengan kendaraan.

Selain terkenal akan keindahan laut dan sunsetnya yang memukau, Tanah Lot juga menyimpan sejarah dan mitos yang hingga kini banyak diperbincangkan masyarakat. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak artikel berikut ini.

Sejarah Tanah Lot

Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut di beri nama Tanah Lot yang artinya batu karang yang berada di tengah lautan.

Semenjak peristiwa tersebut, Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang di miliki Dang Hyang Nirartha. Selain itu, Bendesa Beraban Sakti juga menjadi pengikut Dang Hyang Nirartha untuk memeluk agama Hindu, bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Di kisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Keris tersebut di simpan di Puri Kediri dan di buatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin di lakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat, dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Mitos Tanah Lot

1. Dijaga Oleh Ular Suci

Ular suci Tanah Lot berada di Gua Ular Suci. Fakta Tanah Lot tentang keberadaan ular suci ini menjadi salah satu faktor yang banyak menarik wisatawan. Konon, ular suci Tanah Lot adalah jelmaan dari selendang milik Dang Hyang Nirartha.

Terdapat dua jenis ekor ular suci yang bisa Anda temukan. Ular pertama memiliki warna belang hitam putih. Selain itu, ada pula ular lain yang memiliki warna abu-abu kehitaman. Hanya saja, ular hitam putih yang lebih sering muncul.

Ular suci ini memiliki bisa yang sangat bahaya bahkan melebihi ular cobra. Namun, penduduk setempat percaya bahwa jika pengunjung tidak memiliki niat jahat saat berkunjung ke Pura Tanah Lot, maka ular suci tidak akan menyerang.

2. Air Suci Pembawa Keberuntungan

Mitos mengenai air suci yang berada di Tanah Lot juga tak kalah populer dikalangan masyarakat. Banyak dari mereka yang meyakini bahwa air suci ini bisa membuat siapa pun yang membasuh mukanya dengan air tersebut akan jadi awet muda. Selain itu, air suci ini juga diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit bila diminum.

Bukan hanya itu saja, air suci ini juga diyakini bisa menghilangkan energi negatif di dalam tubuh. Sementara bagi yang ingin mempunyai anak dengan meminum air suci ini, diyakini bakal dikaruniai anak. Oleh karena itu pula air suci ini sering disebut air kesuburan. Bahkan ada juga yang meyakini jika air suci ini bisa mendatangkan rejeki yang melimpah.

3. Membawa Pasangan Akan Membuat Hubungan Cepat Berakhir

Masyarakat Bali percaya dengan mitos bahwa jika datang ke Pura Tanah Lot bersama pacar, maka hubungan diyakini tak akan bertahan lama. Hubungan yang dijalani bersama pacar akan merenggang hingga akhirnya putus. Namun, mitos tersebut tidak berlaku bagi yang sudah berkeluarga.

Selain itu, wanita yang sedang hamil dan sedang haid juga dilarang naik ke Pura Tanah Lot. Wanita yang sedang haid dianggap sedang kotor sehingga dilarang melakukan ritual keagamaan.

(hen)

Exit mobile version