Rahasia Sunardi Narapidana Seumur Hidup di Lapas Malang Bertahan & Tak Putus Asa

Narapidana Lapas Malang Sunardi
Sunardi sedang bekerja barbershop di Lapas Malang (blok-A)

Kota Malang, blok-A.com – Sunardi adalah salah satu narapidana seumur hidup di Lapas Malang. Dia adalah pelaku pembunuhan. Namun dia tetap kuat menjalani hari demi harinya di lingkungan Lapas.

Pria berumur 40 tahun itu, mendekam di jeruji besi selama 14 tahun di Lapas Lowokwaru. Apa rahasianya?

Cak Nardi panggilan akrabnya, ternyata selalu ikhlas dalam menjalani hukumannya. Buktinya, ia selalu rajin mengikuti pembinaan kepribadian, mulai dari salat berjamaah, hingga mengaji.

Selain itu juga, Cak Nardi mengikuti kegiatan positif lainnya seperti kegiatan babershop, perkayuan meubel, bengkel las dan kerajinan-kerajinan dari kayu.

“Saya selalu menyibukkan diri dengan kegiatan di sini mas. Saya biasanya ya barbershop, meubel dan bengkel las. Rohani seperti salat jamaah juga. Supaya pikiran saya juga sibuk,” paparnya.

Sebenarnya, dia sudah sangat ingin kembali kepada keluarga tercintanya. Oleh karena itu, dia berharap adanya perubahan hukuman, dan pidana seumur hidupnya, bisa berubah menjadi pidana sementara 20 tahun.

Dari penuturannya, ia menyadari kesalahan terbesarnya.

“Saya sudah menyadari kesalahan saya dan sudah bertobat, dan saya demi Allah pingin menjadi bagian dari keluarga saya lagi. Pingin segera berkumpul dengan keluarga lagi, mengabdikan diri ke bangsa dan negara Indonesia tercinta di tengah-tengah masyarakat,” ucap Nardi pada Selasa (27/09/2022).

“Harapan saya segera pidana seumur hidup saya bisa berubah menjadi pidana penjara,” tambahnya sambil berkaca-kaca dan menghapus air matanya.

Selama dibina, Sunardi terus mengasah kemampuan dan ketrampilannya. Mengingat sudah 14 tahun menjalani hukumannya, beberapa karya luar biasa, tercipta dari tangan seorang pidana seumur hidup seperti ukiran kaligrafi, membuat miniatur truk, bisa memotong rambut, dan membuat kerajinan lainnya. Ia mendapatkan pembinaan dan pelatihan itu, berkat fasilitas yang diberikan oleh Lapas Kelas I Malang.

Kalapas Kelas I Malang, Heri Azhari menuturkan jika ia mendukung penuh, narapidana tetap berkarya dan melakukan kegiatan yang positif.

“Saya terus mendukung dengan sepenuh hati, WBP untuk terus berkegiatan positif dan berkarya. Dan yakin kelak Sunardi ketika bebas sudah siap menjadi manusia baru dan siap terjun ke masyarakat dengan bekal skill/keterampilan selama di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang dan perilaku yang baik selama menjalani pidananya di Lapas,” tutup Heri.
(rco/bob)

Exit mobile version