Promo 12 12, Awas Terjebak Arus Impulsif Buying Berkedok Self Reward!

online shopping 681f3faf
Ilustrasi: Stock Image Bank Fotolia

Kota Malang, blok-a.com — Self reward sangat ramai dibicarakan oleh anak muda saat ini. Terlebih ketika memasuki momen promo 12 12.

Tidak sedikit diantara kita suka memberi hadiah pada diri sendiri saat kita mendapat achievement atau berhasil mencapai tujuan kita. Inilah yang disebut sebagai self reward.

Namun, banyak anak muda yang salah kaprah dalam mengartikan self reward. Salah satunya adalah kegiatan impulsif buying saat promo di tanggal cantik.

Banyak e-commerce yang merayu para penggunanya agar terus membeli barang melalui promo menarik dengan harga yang sangat murah.

Alhasil banyak yang terhipnotis dan membeli barang yang tidak perlu.

Menurut Psikolog UIN Malang, Fuji Astutik, perilaku impulsif buying saat promo muncul karena masyarakat merasa bahwa hal tersebut adalah momen langka yang tidak bisa didapatkan di hari mendatang.

“Orang-orang cenderung melihat harga murah dan merasa bahwa itu adalah kesempatan yang gabisa mereka dapatkan di kemudian hari, makanya mereka cenderung membeli walaupun tidak merasa butuh,” ujar Fuji saat diwawancarai wartawan blok-a.com, Senin (12/12/2022).

Selain itu, terkadang juga orang mengatasnamakan self reward saat mereka ragu untuk membeli barang yang sebenarnya mereka tidak butuh.

“Terkadang juga mereka berkedok self reward saat melakukan impulsif buying,” lanjut Fuji.

Padahal, menurutnya, self reward yang benar adalah membeli barang setelah kita mencapai atau berhasil melakukan sesuatu. Dan juga, barang yang kita beli haruslah memiliki manfaat atau positive impact pada diri kita.(mg1/lio)

Exit mobile version