Perbedaan Antara Purging dan Breakout Menurut Dokter Ika

Blok-a.com – Dalam dunia perawatan kulit, banyak orang yang sering kebingungan membedakan antara purging dan breakout. Meski keduanya sama-sama melibatkan munculnya jerawat, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu diketahui.

Dokter Ika, dalam video TikTok-nya @dokter_ika, menjelaskan bahwa purging dan breakout mempunyai beberapa perbedaan, mulai dari letak, durasi, hingga penyebab.

1. Letak Timbulnya Jerawat

Dokter Ika menjelaskan bahwa purging biasanya berbentuk jerawat kecil atau komedo yang muncul di area-area yang sering bermasalah.

“Untuk purging, itu biasanya muncul jerawat kecil atau bruntusan, atau komedo-komedo di area-area yang sering bermasalah,” ungkapnya.

Sebaliknya, breakout terjadi di area yang jarang bermasalah. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan pori-pori yang menyebabkan jerawat atau komedo muncul di tempat yang tidak biasa. Breakout biasanya terjadi secara tiba-tiba, bahkan setelah beberapa bulan menggunakan produk yang sama.

“Misal, sudah pakai produk selama 3 atau 4 bulan, kok sekarang kulit jadi jerawatan. Nah, itu bisa dikatakan breakout,” jelas Dokter Ika.

2. Durasi Terjadinya

Perbedaan lainnya terletak pada durasi. Untuk purging, proses ini biasanya berlangsung antara 2 hingga 8 minggu. Namun, Dokter Ika menjelaskan bahwa selama proses purging, kulit akan lebih sehat dan bersih seiring berjalannya waktu.

“Kulit akan makin membaik, makin sehat, dan bersih,” kata Dokter Ika.

Sementara itu, breakout justru berlangsung lebih lama dan semakin parah seiring berjalannya waktu. Kulit yang mengalami breakout bisa menjadi semakin kering atau berminyak, dan kondisi kulitnya tidak kunjung membaik.

3. Penyebab Purging dan Breakout

Lebih lanjut Dokter Ika menjelaskan bahwa purging sering kali terjadi ketika seseorang menggunakan skincare yang mengandung bahan aktif. Bahan-bahan ini bekerja mempercepat pergantian sel kulit, sehingga sel-sel kulit mati yang terperangkap di dalam pori-pori akan terkelupas, menyebabkan jerawat sementara di permukaan kulit.

“Untuk pemicunya, purging biasa terjadi jika kamu sedang menggunakan skincare dengan bahan aktif seperti AHA, BHA, glycolic acid, atau salicylic acid. Ada juga kandungan golongan vitamin A seperti retinol atau retinaldehyde, yang bisa menyebabkan purging,” jelas Dokter Ika.

Sedangkan breakout biasanya dipicu oleh bahan-bahan yang komedogenik, yaitu bahan yang dapat menyumbat pori-pori. Selain itu, breakout juga bisa terjadi akibat penggunaan produk skincare yang tidak sesuai dengan jenis kulit. Misalnya, jika produk yang digunakan terlalu berat untuk kulit berminyak atau terlalu ringan untuk kulit kering.

4. Solusi untuk Purging dan Breakout

Jika mengalami purging, Dokter Ika menyarankan untuk tetap melanjutkan penggunaan produk skincare yang mengandung bahan aktif tersebut.

“Bisa terus menggunakan skincare tersebut dan biarkan kulit beradaptasi,” ungkapnya.

Jika merasa kulit terasa tidak nyaman di awal penggunaan, dapat memberikan jeda waktu, misalnya dengan menggunakannya dua atau tiga kali seminggu. Setelah kulit mulai terbiasa, bisa menggunakannya setiap hari.

Namun, jika mengalami breakout, Dokter Ika menyarankan untuk berhenti menggunakan produk yang menyebabkan breakout tersebut agar kulit dapat sembuh.

“Jika diteruskan, tidak akan menyelesaikan masalah kulit,” ujar Dokter Ika. (hen)

Exit mobile version