Pasangan Muda Kota Malang Harus Putar Otak untuk Biaya Pacaran Gegara BBM Naik

Pacaran BBM Naik Kota Malang
Suasana tempat duduk di Jalan Ijen Kota Malang (blok-A/Defrico Alfan)

Kenaikan BBM, Menggeser Pola Pacaran Anak Muda di Kota Malang

Kota Malang, blok-A.com – Naiknya haga BBM (Bahan Bakar Minyak), memberikan efek domino ke beberapa kalangan. Mulai dari ojol, sopir angkot, hingga anak muda.

Sejak pemerintah resmi menaikkan harga BBM pada tanggal 3 September 2022, berhemat merupakan langkah yang diambil oleh kalangan berdampak itu, termasuk mereka yang pacaran.

Dari pantauan blok-A.com, akhir-akhir ini banyak sekali anak muda yang nongkrong di kursi Jalan Ijen, hanya untuk berduduk santai disana. Ada yang tengah kasmaran, ataupun hanya tempat ngobrol dengan teman sebayanya. Tak jarang, pedagang kopi keliling pun menjajakan kopinya disana saat malam hari tiba.

Sekitar pukul 12.00 WIB, wartawan online mendatangi salah satu anak muda yang sedang berpacaran disana. Mereka terlihat asyik mengobrol, hingga menghabiskan jajan yang mereka beli sebelumnya. Mereka pun berkenan untuk memberikan pendapatnya.

Setelah harga BBM Naik, Kursi di Ijen Jadi Favorit Tempat Pacaran

Zein dan Prisyil. Mereka merupakan salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Kota Malang. Ini alasan tersebar mereka, memilih tempat ijen, untuk berpacaran.

“Kalau duduk sini, suasananya enak juga, apalagi buat ngobrol,” tutur Zein.

“Tempat ini enak juga kalau malam,” tambahnya.

Benar saja, mereka menuturkan bahwa dampak kenaikan BBM, merubah pola pacaran mereka. Alhasil, mereka harus lebih hemat dalam berpacaran.

“Bener si mas, kita kan pakai motor gede, 40 ribu biasanya sudah full, sekarang harus lebih. Spend uangnya lebih juga ke bensin. Jadi jajannya dikurangan, pacarannya disini saja,” ucap Prisyil.

Jika ditotalkan, Zein dan Prisyil bisa menghabiskan uang Rp 500 ribu dalam sebulan. Namun, karena efek dari naiknya BBM, mereka harus memutar otak dalam menghemat pengeluaran mereka. Ditengah pembicaraan, mereka berdua menjelaskan bahwa dalam sebelum, hanya 2-3 kali saja untuk pergi ke cafe.

“Kalau ke cafe bisa 2-3 kali saja sebulan, kalau kita bingung habis jajan diluar, biasanya langsung kesini mas,” tutur Zein.

“Beli cilok, batagor, yang murah pokoknya,” tambahnya.

Tidak hanya Zein dan Prisyil saja, dua anak muda lainnya saat itu diwawancarai langsung oleh blok-A.com. Kali ini, datang dari seorang mahasiswa perantauan yang datang ke Kota Malang, untuk menempuh pendidikan.

Mereka adalah Bayu dan Tia. Bayu merupakan pria perantau asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan Tia, adalah perantau dari Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka berdua berkukiah di salah satu Universitas di Kota Malang.

Saat ditanya oleh blok-A.com, sama seperti pasangan sebelumnya, naiknya BBM sangat berdampak bagi mahasiswa perantau seperti mereka.

“Berdampak mas, apalagi kita kan mahasiswa perantau, sebulan dikasih orang tua Rp 1,5 Juta. Jadi harus dihemat,” tutur Bayu.

Perbedaan mereka berpacaran sebelum dan setelah naiknya BBM, cukup signifikan. Dalam sebulan saja, mereka bisa pergi ke Cafe untuk ngopi, sebanyak 10 – 15 kali dalam sebulan. Namun, sejak BBM naik, mereka mengurangi aktivitas favorit mereka itu.

“Kami sering banget pergi ke cafe mas, salah satu cara hemat nya ya ini, duduk-duduk di kursi Ijen, sambil jajan-jananan yang kita beli,” ucap Tia.

Tia pun tidak sungkan untuk berpacaran di kursi Ijen. Terlebih, naiknya harga BBM berpengaruh kepada gaya pacaran mereka. Ia pun meneria kondisi yang mereka berdua rasakan.

“Ya harus terima mas, yang rasain kan berdua dampaknya, yang penting selalu bareng sama dia,” kata Tia sambil tertawa kecil.

Dari hasil yang didapat di lapangan, padatnya Kursi Ijen, bisa menjadi salah satu indikasi efek dari naiknya BBM, membuat mahasiswa duduk disana untuk berhemat. Tempat tersebut sangat ramai di sore hari, hingga malam hari.

Konsep Penerimaan Pasangan Versi Psikolog

Melihat fenomena Kursi Ijen yang ramai dikunjungi anak muda untuk berpacaran, mengundang Psikolog Kota Malang, Rr. Nia Paramita Yusuf berkomentar atas fenomena itu.

Nia menjelaskan konsep pacaran anak muda sekarang, atas naiknya BBM yang saat ini melanda beberapa golongan di Indonesia.

“Pacaran kan butuh uang mas, apalagi yang masih sekolah dan kuliah, pasti mereka harus dapat suntikan uang yang lebih sama orang tua karena BBM naik,” ujar Nia pada Kamis (29/09/2022).

“Jika uangnya tetap, pasti mereka bingung mau jalan kemana. Otomatis dia milih Kursi Ijen untuk tetap bisa eksis dan berpacaran,” tambahnya.

Menurut Nia, hal ini sangat bersinggungan dengan psikologi. Terlebih, ia menjelaskan lebih detail tentang konsep pacaran anak muda.

“Konsep pacaran anak muda kan pengorbanan sekecil-kecilnya dan keuntungan sebesar-besarnya. Mereka milih Jalan Ijen ya karena murah, ditambah banyak penjual pop mie, kopi, tambah ramai mas,” imbuhnya.

Dari paparan Nia, seakan meyakinkan bahwa dampak dari BBM, mengubah pola pacaran anak muda di Kota Malang. Terlebih, jajanan di sekitar Jalan Ijen memang murah, dan gratis jika duduk di kursinya.

Lantas, apa yang mendasari perempuan mau menerima pasangannya, untuk berhemat dan berjajan murah disana? Begini penjelasan Nia.

“Self acceptence perempuan beda beda ya mas. Tergantung dari melihat percaya diri, harga diri, jadi kalau misalkan kenapa perempuan mau, ya jelas karena mereka tetap butuh eksis sama pacarnya,” kata Nia.

Dari kesimpulan Nia, ia menganggap bahwa pola pacaran anak muda, berubah semenjak BBM naik. Ditambah fasilitas murah seperti Kursi Ijen, menjadi opsi yang tepat bagi anak muda yang ingin hemat dalam berpacaran.
(rco)

Exit mobile version