Odol, Es Batu, dan Kecap: Apakah Efektif Mengobati Luka Bakar?

Blok-a.com – Luka bakar sering menimbulkan kepanikan, sehingga perawatan yang cepat sangat diperlukan. Namun, beberapa cara yang banyak dipercaya masyarakat, seperti memakai odol, es batu, atau kecap, bukanlah tindakan yang tepat.

Menurut penjelasan Dokter Tirta di akun TikTok-nya @tirtacipeng, cara-cara tersebut justru tidak efektif, dan dapat memperburuk kondisi luka bakar.

Odol, misalnya, meskipun memberikan sensasi dingin atau menenangkan, sebaiknya tidak digunakan untuk luka bakar. Pasta gigi mengandung bahan kimia yang justru dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut pada kulit yang sudah terbakar. Oleh karena itu, mengoleskan odol pada luka bakar sangat tidak disarankan.

Begitu pula dengan es batu, yang sering dianggap sebagai solusi cepat untuk meredakan nyeri. Dokter Tirta menjelaskan bahwa mengaplikasikan es batu langsung pada luka bakar dapat merusak jaringan kulit lebih parah. Efek dingin dari es batu justru berisiko menambah cedera pada kulit yang sudah terbakar.

“Kalau kena luka bakar, ini (kulit) kan melepuh karena jaringan epidernisnya rusak, terus kalian kasih es batu yang suhunga 0 derajat, ya tambah remuk kulitmu,” ujar Dokter Tirta.

Sama halnya dengan kecap, yang mungkin terdengar aneh namun tetap sering digunakan oleh sebagian orang sebagai cara pengobatan luka bakar. Dokter Tirta menegaskan bahwa kecap tidak memiliki manfaat dalam meredakan luka bakar.

Alih-alih memakai tiga bahan tersebut, Dokter Tirta menyarankan agar kita segera mengalirkan air dingin dari keran ke area yang terbakar untuk menurunkan suhu kulit dan mengurangi kerusakan lebih lanjut.

“Jadi kalau luka bakar bukan pakai odol, bukan pakai es batu, tapi kasih air mengalir yang bersih,” jelasnya.

Setelah itu, jika luka bakar cukup parah atau menyebabkan kulit melepuh, langkah terbaik adalah segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Udah Intinya kalau luka bakar kasih air mengalir, bawa ke IGD terdekat dan luka bakar tuh enggak usah diapa-apain nanti dia akan melepuh dan sembuh sendiri,” pungkasnya.

Dokter Tirta juga mengingatkan agar kita tidak memecahkan lepuhan pada luka bakar karena berisiko meningkatkan infeksi.

Untuk luka bakar yang tidak terlalu parah, biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, untuk luka bakar yang lebih serius, dokter biasanya akan memberikan pengobatan seperti antibiotik dan obat luka bakar. (hen)

Exit mobile version