Blok-a.com – Teh, yang merupakan minuman favorit banyak orang, ternyata dapat memberikan dampak negatif jika dikonsumsi secara terus-menerus, terutama oleh anak-anak.
Menurut dokter Monica DR, seorang dokter yang berbagi informasi kesehatan di akun TikTok @dr.monicadr, teh ternyata bisa menghambat penyerapan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak.
“Untuk kalian yang mau anaknya pertumbuhannya bagus, anaknya tinggi, dan anaknya sehat, jangan pernah dikasih teh. Jadi, teh itu menghambat penyerapan nutrisi pada makanan anak,” ujar dokter Monica dalam salah satu videonya.
Ketika anak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, karbohidrat, lemak, sayuran, mineral, dan buah, asupan gizi tersebut seharusnya diserap secara maksimal oleh tubuh. Namun, jika anak juga minum teh setelah makan, penyerapan nutrisi menjadi tidak sempurna. Akibatnya, meskipun anak mendapatkan makanan bergizi, tubuhnya tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
“Dalam sehari, misalnya kalian ngasih anaknya protein, karbohidrat, lemak, sayur, mineral, buah, dan lain-lain, bagus asupan makannya. Tapi kalau kalian kasih teh, enggak ada gunanya, karena enggak terserap dengan sempurna,” ungkapnya.
Mengonsumsi teh secara berlebihan selama masa pertumbuhan dapat berdampak pada perkembangan anak, terutama dalam hal tinggi badan. Dokter Monica menjelaskan bahwa pemberian teh pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan bisa menyebabkan pertumbuhan yang tidak maksimal.
Ini bisa berdampak pada tinggi badan yang lebih pendek dari seharusnya. Walaupun faktor genetik tentu berperan penting dalam menentukan tinggi badan, konsumsi teh yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi tersebut.
“Jadi, mulai sekarang jangan pernah kasih teh ke anaknya. Kalau enggak, nanti anaknya jadi kerdil, pendek, dan enggak bisa tinggi,” sambungnya.
Dokter Monica juga menegaskan bahwa sebaiknya anak tidak diberikan teh hingga usia SMP, yakni 12–15 tahun. Pada masa pertumbuhan, terutama sebelum memasuki usia remaja, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang optimal.
“Sampai umur berapa dok enggak boleh dikasih teh? Sampai SMP. Jadi, kalau SMA itu bolehlah, tapi kalau masih di masa pertumbuhan, sebaiknya jangan dikasih teh, karena nanti pertumbuhannya enggak maksimal,” jelasnya.
Oleh karena itu, pemberian teh sebaiknya ditunda hingga anak berusia remaja, yakni di atas 15 tahun, ketika pertumbuhannya sudah hampir selesai dan tubuh dapat menangani berbagai jenis minuman tanpa mengganggu penyerapan nutrisi penting. (hen)




