Blok-a.com – Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa minum minuman dingin atau es dapat menyebabkan batuk. Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya benar, menurut Dokter Tirta dalam unggahan videonya di TikTok (@tirtacipeng).
Dokter Tirta menjelaskan bahwa batuk lebih mungkin terjadi akibat konsumsi es yang terbuat dari air mentah atau kotor. Ia menekankan pentingnya memastikan kebersihan air yang digunakan untuk es.
Selain itu, orang yang sensitif terhadap suhu dingin, baik dari minuman maupun makanan, juga lebih rentan mengalami batuk.
“Itu bisa terjadi kalau es-nya mentah. Lalu es-nya kotor atau kalian sangat sensitif dengan dingin,” kata Dokter Tirta.
“Contoh, ada beberapa orang yang kalau mereka minum es krim atau makan makanan yang bersuhu dingin, nanti disini (tenggorokan) reseptor terangsang dan jadi batuk. Kalo reseptor batuk itu nervus 9, kalo reseptor muntah nervus 10,” sambungnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa reseptor batuk terhubung dengan nervus kranial ke-9 (glosofaringeal), yang bertugas dalam pengecapan dan menelan, serta mengirimkan sensasi dari tenggorokan. Iritasi pada tenggorokan, seperti yang disebabkan oleh suhu dingin, dapat memicu refleks batuk melalui saraf ini.
“Jadi bisa iya betul (batuk),” jelas Dokter Tirta.
“Makanya karena batuk tersebut orang tua bilang jangan makan es terus nanti batuk, padahal itu batuknya karena infeksi. Makanya kalo minum jangan sampe yang terlalu dingin cukup air sejuk,” pungkasnya.
Dilansir dari Klikdokter, batuk biasa yang disebabkan oleh virus akan berhenti dan sembuh sendiri dalam waktu tiga minggu. Perawatan di rumah dengan cukup beristirahat, minum banyak air putih, dan minum obat yang tepat dapat membantu penyembuhan. Jika pengobatan telah berlangsung lebih dari tiga minggu dan batuk tidak juga hilang, maka kembali periksakan diri Anda ke dokter untuk menemukan penyebab lainnya. (hen)




