Kota Malang, blok-a.com – Hobi memang mampu membawa keajaiban pada diri seseorang apabila tekun dikerjakan. Hobi dapat menjadi suatu bentuk pelarian dari kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan. Terutama bagi ketiga sahabat yang aktif menjadi cosplayer di Kota Malang ini, Kaina, Mai, dan Yura.
Bagi mereka, hobi mereka bukanlah sekadar kesenangan biasa, melainkan suatu bentuk seni yang melibatkan imajinasi, keterampilan, dan kreativitas yang tak terbatas.
Kaina, Mai, dan Yura adalah tiga sahabat yang tidak hanya menjalani kehidupan sehari-hari seperti kebanyakan orang, tetapi juga aktif dalam mengejar hobi cosplay. Cosplay menjadi suatu passion yang mengikat erat persahabatan mereka.
“Kita ketemu di event ya tahun lalu. Kalau sama Mai kita mutualan di ig dulu,” kata Yura, pada (4/11/2023).
Mereka sendiri telah aktif menjadi cosplayer di Kota Malang antara tahun 2022 hingga 2023. Tak hanya menjalani hobi cosplay, ketiga sahabat ini juga tengah menempuh pendidikan tinggi dan bekerja paruh waktu.
Kisah persahabatan mereka dimulai di suatu event cosplay di Kota Malang itu semakin menambah produktivitas. Event cosplay menjadi tempat di mana mereka dapat berbagi passion mereka dengan komunitas yang sama.
“Serunya kalau cosplay kita bisa nambah temen, bisa ekspresi diri juga kan tanpa takut kalau di event itu,” lanjut Mai.
Mereka juga telah melakukan cosplay di event Spicy Carnival pada Sabtu lalu. Kala itu, Kaina menjadi Nana Collector dalam game Mobile Legend, kemudian Mai menjadi eremite floral genshin, dan Nilo Genshin Impact dibawakan oleh Yura.
Selain sebagai bentuk seni yang kreatif, cosplay juga menjadi mekanisme pelarian dari stres dan tekanan hidup sehari-hari bagi ketiga gadis ini. Mereka bisa sepenuhnya menjadi karakter favorit untuk sementara melupakan masalah dan menikmati dunia fantasi.
Salah satu aspek menarik dari hobi cosplay lainnya adalah kemampuan untuk menjadi karakter dari dunia game atau anime yang disukai. Kaina, Mai, dan Yura seringkali memilih karakter dari karya-karya yang memiliki makna khusus dalam hati mereka, atau mewakili karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Meski memerlukan modal yang tidak sedikit untuk make-up, kostum, dan aksesori, ketiga sahabat ini tidak pernah berhenti.
“Habisnya lumayan banyak sih. Kayak make up, properti, juga kostum dan kelengkapan lainnya,” kata Yura.
Untuk pengeluaran cosplay karakter game, bisa merogoh kocek dari Rp. 250 ribu hingga Rp. 750 ribu. Hal itu belum termasuk ongkos mereka untuk berangkat ke lokasi event.
Mereka juga harus berhadapan dengan penggemar cosplay yang kadang kala melewati batas. Contohnya ketika sesi foto, ada beberapa penggemar yang langsung memeluk dan menyentuh langsung.
“Itu juga sih, kayak ya mereka bakal ngelewatin boundaries aku (batas). Ngerangkul, deket-deket, itu kan nggak nyaman ya. Jadi ya aku kasih pengertian ‘eh tolong jangan ya’ dan langsung jaga jarak,” beber Mai.
Meski banyak kendala dan tantangan, namun ketiga sahabat cosplayer ini tetap tidak menyerah. Kaina, Mai, dan Yura membuktikan bahwa persahabatan sejati bisa ditemukan melalui kecintaan terhadap suatu hobi.
“Kita rencananya bakal terus dan konsisten buat cosplay ke depannya,” tutup Mai bangga. (mg2/)









