Driver Motorist Tol Pandaan-Malang: Menghadapi Kemacetan dan Kehamilan Istri

Muhammad Hasan (23), Driver Motorist Asal Malang yang bekerja di Jalan Tol Pandaan-Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Muhammad Hasan (23), Driver Motorist Asal Malang yang bekerja di Jalan Tol Pandaan-Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Layanan Motorist saat ini menjadi salah satu solusi jika membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjebak kemacetan di jalan tol.

Hal itu membuka peluang kerja bagi Muhammad Hasan sebagai driver Motorist di Rest Area KM 66A Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur. Pria asal Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini menceritakan, ini kali kedua dirinya menjadi driver Motorist saat momen libur panjang.

“Yang pertama saat momen mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2024 lalu. Sudah dua tahun saya menjadi driver Motorist, pas ada event seperti Nataru ini, sama mudik lebaran, dan kondisi pas macet, jadi setahun dua kali,” kata Hasan.

Hasan mengantar BBM menggunakan sepeda motor matic menembus kemacetan di jalan tol. Dengan membawa dua jirigen masing-masing berukuran lima liter jenis Pertamax dan Series, dia membantu pengendara roda empat membutuhkan BBM.

Hasan mengaku pernah melayani pengantaran BBM hingga empat kali sehari saat volume kendaraan di tol padat. “Shift-nya 8 jam sehari. Biasanya yang sering terjadi kehabisan BBM di KM 59 dan 74. Orang tidak melihat meteran bensin, jadi ada mobil benar-benar kehabisan, jadi kalau kehabisan bisa langsung calling lewat nomor telepon Jasa Marga. Paling jauh saya mengantar jarak 7 kilometer, saya kalau jalan agak minggir, terus putar balik keluar tol dulu, jalan lewat bawah seperti gorong-gorong,” terangnya.

Meskipun sempat ragu dan takut saat pertama kali menjadi driver Motorist di kawasan tol, hal itu tetap dijangkau demi menafkahi keluarganya. “Awalnya ya, sempat agak gimana, takut gitu, kan di tol meskipun intensitas kendaraannya banyak, tapi lajunya meskipun pelan dibandingkan jalan raya biasa tetap beda, tapi lama kelamaan sudah enggak, sudah biasa,” ungkapnya.

Dia saat ini meninggalkan istrinya yang sedang mengandung usia kehamilan 9 bulan. Hasan mengaku khawatir meninggalkan istrinya setiap kali bertugas. “Istri hamil 9 bulan, kalau misal mau lahiran, saya izin, demi istri saya pulang secepatnya ketika dapat info lahiran nantinya,” tutupnya.

Exit mobile version