Blok-a.com – Berbagai pilihan buah segar dan jus sering kali menjadi pertimbangan utama saat kita ingin memenuhi kebutuhan gizi harian. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih baik antara mengonsumsi buah segar atau jus buah?
Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok @goodtalk.id, Dokter Hans mengungkapkan bahwa mengonsumsi buah dalam bentuk jus kurang dianjurkan, terutama bagi mereka yang ingin menjaga berat badan atau memiliki masalah dengan kadar gula darah.
Dokter Hans menjelaskan bahwa proses pengolahan buah menjadi jus menghilangkan kandungan seratnya. Akibatnya, tubuh akan menyerap gula yang terkandung dalam jus dengan lebih cepat, tanpa adanya penyerapan lambat yang biasa terjadi akibat serat pada buah utuh.
Fenomena ini bisa menyebabkan sugar rush atau lonjakan gula darah yang cepat, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan glucose spike, yakni lonjakan gula darah yang mendadak. Kondisi ini berisiko menyebabkan penumpukan lemak pada hati, yang bisa berujung pada fatty liver atau penyakit hati berlemak.
“Kalau buah itu kita jadikan jus seratnya hilang, begitu masuk langsung diserap. Nah itu bisa menimbulkan suatu sugar rush atau sugar peak atau yang dikatakan gluco Spike ya langsung mendadak kalori banyak itu itu bisa terjadi fatty liver,” ujar dokter Hans.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari buah, Dokter Hans menyarankan untuk mengonsumsinya dengan cara mengunyah. Dengan cara ini, tubuh akan mendapatkan serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dan kalori, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mendukung pencernaan yang lebih baik.
“Jadi makan buah mesti kunyah. Ada fiber-nya, cari lebih banyak fiber lebih bagus. Misalnya yang kita makan apel, itu seratnya banyak, pir, pepaya, banyak seratnya ya,” sambungnya.
Selain itu, Dokter Hans juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak buah musiman yang memiliki kalori tinggi.
Contohnya, satu buah mangga setara dengan kalori dari tiga piring nasi, sementara satu durian bisa mengandung kalori yang setara dengan lima hingga enam piring nasi. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi buah-buah musiman ini agar tidak terjadi kelebihan kalori yang bisa mempengaruhi kesehatan.
“Makanan buah yang musiman itu harus kita batasin, karena kalori ekstra besar. Misalnya mangga, durian, rambutan, duku, kelengkeng, sawo, nangka, salak, cempedak, manggis. Satu mangga gantung setara tiga piring nasi dan satu durian bisa 5-6 piring nasi kalau berlebihan kalori banyak,” pungkasnya. (hen)




