Apa Lauk Paling Enak Menurut Gus Baha? Jawabannya Sarat Ilmu

Gus Baha. (Foto: Facebook)
Gus Baha. (Foto: Facebook)

blok-a.com Amalan yang diajarkan oleh Gus Baha kali ini membahas tentang bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan dalam makanan apa pun.

Gus Baha menyatakan bahwa praktik ini sangat bermanfaat karena dapat membuat setiap hidangan terasa lezat saat kita mengonsumsinya. Cara Gus Baha ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Pertama-tama, Gus Baha memulai dengan bertanya kepada para santrinya dalam sebuah pengajian tentang makna makanan yang enak.

Dia mengilustrasikan dengan kisah Rasulullah SAW yang pernah ditanya oleh salah seorang sahabatnya tentang cara makan yang enak.

Jawaban yang sederhana dari Nabi menjadi landasan bagi pemikiran Gus Baha. Dia mengungkapkan bahwa jawaban tersebut didasarkan pada praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.

Menurut Gus Baha, “Idaamuhu aljuk,” yang artinya makanan yang enak adalah rasa lapar. Ini berarti bahwa untuk merasakan nikmatnya makanan, kita harus benar-benar lapar.

“Anda harus sangat lapar agar merasakan kenikmatan saat makan,” ujar Gus Baha.

Dia memberikan contoh praktik puasa sebagai ilustrasi. Ketika seseorang yang sedang berpuasa melihat sepotong tempe goreng saat berbuka, hal tersebut terasa sangat istimewa.

“Ketika Anda berpuasa, melihat sepotong tempe terasa luar biasa,” tambahnya. Namun, kondisinya berbeda ketika seseorang tidak dalam keadaan lapar atau sedang berpuasa.

Saat itu, bahkan air putih pun terasa kurang menarik. Artinya, saat tidak merasa haus, air putih tidak lagi memiliki daya tarik yang istimewa. Namun, ketika rasa lapar atau haus dirasakan, segala sesuatu terasa berbeda.

“Tetapi saat berpuasa, tempe dan air putih terasa menarik dan Anda tetap menikmatinya,” lanjut Gus Baha. Dengan demikian, Gus Baha mengajarkan bahwa yang membuat kita merasa nikmat saat makan bukanlah makanan itu sendiri, melainkan rasa lapar yang mempertajam pengalaman kita.

Dalam ajaran Islam, terdapat hikmah yang mendalam bahwa yang paling nikmat adalah ketika kita merasakan rasa lapar sebelum makan. Ini merupakan konsep yang disebut “aljuk” atau kekosongan perut yang mempertajam pengalaman rasa. 

Gus Baha menegaskan bahwa kesadaran akan rasa lapar ini lah yang seharusnya menjadi kunci untuk merasakan kenikmatan dalam setiap hidangan yang kita santap.(art/lio)

Exit mobile version