Blok-a.com – Tahun Baru Islam, yang jatuh pada 1 Muharram 1445 Hijriah, bertepatan dengan Minggu, 7 Juli 2024. Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, memiliki makna dan keistimewaan tersendiri bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Muharram mengingatkan kita pada peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Selain itu, pada tanggal 10 Muharram, terjadi peristiwa Asyura yang juga sangat dikenang oleh umat Islam.
Muharram sendiri adalah salah satu dari empat bulan haram atau mulia dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, bulan ini sebaiknya diisi dengan amalan-amalan baik untuk meraih pahala yang berlipat. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram:
Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Muharram
- Puasa
Puasa sunnah sangat dianjurkan di bulan Muharram, terutama pada hari ke-10, yang dikenal sebagai Hari Asyura. Asyura berasal dari kata ‘Asyarah yang berarti sepuluh.
Berpuasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Umat Islam juga disunnahkan menjalani puasa sehari sebelumnya, yang disebut puasa Tasu’a pada 9 Muharram.
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam,” (H.R. Muslim)
- Menjauhi Tindakan Aniaya
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bersama dengan Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.
“Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban,” (HR Bukhari Muslim).
Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi tindakan yang menganiaya diri sendiri, meningkatkan kebaikan, dan memperbanyak amal ibadah.
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” (QS.At Taubah: 36).
- Memperbanyak Ibadah
Sebagaimana telah diterangkan di atas, selain menghindari sifat aniaya kepada diri sendiri, amal ibadah yang dilakukan dalam bulan Muharram juga memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada bulan-bulan lainnya.
Oleh karena itu, banyak umat Muslim yang memperbanyak amal ibadah seperti salat, puasa, dan bersedekah di bulan Muharram untuk meraih pahala yang berlipat ganda.
Dengan melakukan amalan-amalan ini, kita dapat mengisi bulan Muharram dengan kegiatan yang penuh makna dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Semoga kita semua dapat mengamalkannya dengan sebaik-baiknya.




