Blok-a.com – Mengadakan lomba 17 Agustus di kantor menjadi cara seru untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia tanpa harus keluar ruangan. Banyak kantor memilih lomba yang bisa dilakukan secara indoor dengan properti sederhana agar persiapannya mudah, namun tetap menyenangkan.
Lomba sederhana seperti ini sangat efektif untuk membangun kebersamaan dan semangat kerja di kantor saat perayaan 17 Agustus.
Berikut 10 ide lomba 17 Agustus yang cocok untuk kantor, bisa dilakukan di dalam ruangan, dan menggunakan peralatan yang mudah didapat.
Tebak Gambar
Salah satu rekomendasi lomba adalah tebak gambar atau yang sering dikenal dengan pictionary. Lomba ini membutuhkan spidol dan papan tulis atau kertas besar.
Peserta dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim akan mengirimkan satu orang untuk menggambar sebuah kata yang diberikan oleh panitia, biasanya berkaitan dengan tema kemerdekaan atau Indonesia. Peserta lainnya harus menebak gambar tersebut dalam waktu tertentu. Tantangan utamanya adalah penggambar tidak boleh menulis huruf atau angka apa pun.
Pindah Karet dengan Sedotan
Lomba ini cukup sederhana namun selalu berhasil mencairkan suasana. Setiap peserta akan menggigit sedotan, dan tugas mereka adalah memindahkan karet gelang dari sedotan mereka ke sedotan rekan di sebelahnya, tanpa bantuan tangan. Lomba ini biasanya dilakukan secara estafet dalam tim. Jika karet jatuh, tim harus mengulang dari awal.
Balap Bola Kertas Tiup
Lomba ini bisa dilakukan di atas meja panjang kantor. Peserta harus meniup bola kertas dari satu ujung meja ke ujung lainnya, tanpa menyentuhnya dengan tangan. Siapa yang paling cepat membawa bola kertas ke garis finish menjadi pemenang. Meski terlihat mudah, lomba ini sering kali membuat peserta tertawa karena bola kertas bisa bergerak ke arah tak terduga.
Biskuit di Wajah
Lomba yang satu ini sangat cocok untuk mengundang tawa. Setiap peserta meletakkan satu biskuit di dahinya, lalu berusaha memindahkan biskuit tersebut ke dalam mulut hanya dengan menggerakkan wajah, tanpa menyentuh dengan tangan. Biasanya, ekspresi wajah para peserta yang lucu akan menjadi hiburan tersendiri bagi semua yang menonton.
Make-Up dengan Mata Tertutup
Dalam lomba ini, peserta dibentuk berpasangan. Satu orang akan menjadi perias, sementara satu lagi menjadi model. Tantangannya adalah, si perias harus mendandani temannya dengan mata tertutup. Alat make-up sederhana bisa digunakan, seperti lipstik, bedak, dan pensil alis. Penilaian didasarkan pada kreativitas dan kekocakan hasil riasan.
Joget Kursi
Lomba klasik ini tetap menjadi favorit di banyak acara 17 Agustus, termasuk di kantor. Beberapa kursi disusun melingkar di tengah ruangan, dengan jumlah yang selalu lebih sedikit dari jumlah peserta.
Musik diputar, dan peserta berjoget mengelilingi kursi. Saat musik dihentikan secara tiba-tiba, peserta harus berebut duduk. Siapa yang tidak mendapatkan kursi, langsung gugur. Lomba ini terus berlangsung hingga tersisa satu pemenang.
Ekspresi Wajah
Lomba ini sangat sederhana dan tidak memerlukan alat apa pun. Panitia hanya perlu menyiapkan daftar ekspresi atau situasi lucu, seperti “pejuang proklamasi yang baru gajian”, atau “pegawai yang tidak jadi cuti”. Peserta kemudian diminta menirukan ekspresi tersebut se-ekspresif mungkin di depan penonton.
Jatuhkan Pensil ke Dalam Botol
Dalam lomba ini, sebuah pensil diikatkan ke pinggang peserta menggunakan tali, sehingga menggantung di belakang tubuh. Peserta kemudian harus memposisikan diri agar pensil tersebut masuk ke dalam botol plastik yang diletakkan di lantai, semuanya dilakukan tanpa menggunakan tangan.
Tebak Tokoh
Lomba ini bisa dilakukan secara individu maupun tim. Panitia menyiapkan daftar nama tokoh, baik dari sejarah Indonesia maupun tokoh populer. Peserta yang maju tidak boleh melihat nama tokoh tersebut, namun peserta lain memberikan petunjuk tanpa menyebutkan langsung identitas tokohnya.
Tari Balon Berpasangan
Setiap pasangan peserta diberikan satu balon yang diletakkan di antara dahi atau perut mereka. Saat musik diputar, mereka harus menari sambil menjaga agar balon tidak jatuh atau pecah. Jika balon jatuh, pasangan tersebut gugur. Pemenangnya adalah pasangan terakhir yang bertahan.




