Semarak Kontes Bandeng Kawak 2025, Jaga Tradisi Sekaligus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Yani menunjuk Bandeng milik Saifullah Mahdi berhasil meraih Juara 1 dengan bobot 14,6 kg dan panjang 109 cm. (Istimewa)
Bupati Yani menunjuk Bandeng milik Saifullah Mahdi berhasil meraih Juara 1 dengan bobot 14,6 kg dan panjang 109 cm. (Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Kontes Bandeng Kawak Gresik, Rabu (26/3/2025) berlangsung meriah dengan menghadirkan perpaduan tradisi, budaya, dan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan.

Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi perikanan berbasis budaya di Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara resmi membuka acara yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Isa Anshori, mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sejumlah kepala daerah di Jawa Timur turut hadir, seperti Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, serta Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid. Jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik juga tampak mendukung jalannya acara.

Dalam sambutannya, Bupati Yani mengatakan bahwa Kontes Bandeng Kawak juga bagian dari tradisi yang diwariskan Mbah Sunan Giri.

“Kontes lelang bandeng ini adalah warisan yang harus kita jaga. Lebih dari itu, acara ini berdampak besar bagi peningkatan ekonomi perikanan berbasis budaya di Gresik. Kita ingin para petambak bandeng semakin sejahtera,” ujarnya, Rabu (26/3/2025) malam.

Bupati Yani juga menyampaikan tantangan yang dihadapi petambak bandeng di Gresik. Seperti ditiadakannya subsidi pupuk untuk sektor perikanan serta tingginya harga pakan ikan yang memberatkan biaya produksi.

Kompetisi tahun ini kembali dimenangkan Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkah Wetan, sebagai juara bertahan. Bandeng miliknya berhasil meraih predikat bandeng kawak terbaik dengan bobot 14,6 kg dan panjang 109 cm setelah dipelihara selama 16 tahun.

Juara kedua diraih oleh Askin, juga dari Desa Pangkah Wetan, dengan bandeng berbobot 11,6 kg yang telah dipelihara selama 19 tahun.

Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Zainal Abidin dari Desa Watuagung Bungah dengan bandeng seberat 8 kg yang telah dipelihara selama 10 tahun.

Sebagai puncak acara, bandeng kawak milik Syaifullah Mahdi dilelang dan berhasil terjual dengan harga fantastis, Rp50 juta. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga dan mengapresiasi tradisi ini.

Selain lomba utama, Kontes Bandeng Kawak 2025 semakin semarak dengan sesi live cooking bersama King Abdi, finalis MasterChef Indonesia.

King Abdi, finalis MasterChef Indonesia menyajikan berbagai kreasi olahan bandeng yang menggugah selera. (Istimewa)
King Abdi, finalis MasterChef Indonesia menyajikan berbagai kreasi olahan bandeng yang menggugah selera. (Istimewa)

King Abdi menyajikan berbagai kreasi olahan bandeng yang bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pelaku usaha kuliner.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Gresik juga membagikan ribuan porsi bandeng gratis kepada masyarakat yang hadir. Antusiasme warga sangat tinggi, terbukti dari banyaknya pengunjung yang berbondong-bondong menikmati sajian khas Gresik ini.

Salah satu pengunjung, Tiwi, warga Kecamatan Kebomas, mengungkapkan kegembiraannya atas penyelenggaraan rutin kontes ini.

“Saya senang sekali karena kontes ini selalu diadakan setiap tahun. Dari dulu sampai sekarang, bandeng kawak sudah menjadi identitas Gresik. Apalagi tahun ini ada inovasi baru seperti live cooking King Abdi, jadi makin seru,” ujarnya.

Dengan berbagai rangkaian acara yang menarik, Kontes Bandeng Kawak 2025 tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi petambak dan pelaku usaha perikanan untuk mengembangkan produk mereka.

Kabupaten Gresik sendiri memiliki luas tambak mencapai 17 ribu hektare atau 36% dari total tambak di Jawa Timur, dengan total produksi mencapai 49 ribu ton per tahun. Diharapkan, ajang ini semakin memperkuat posisi Gresik sebagai pusat produksi bandeng unggulan di Indonesia.(ivn/lio)

Exit mobile version