Jember, Blok-a.com – Pendopo Wahyawibawagraha Jember dipenuhi suasana hangat pada Senin (16/3/2026) dini hari. Saat Pemerintah Kabupaten Jember bersama Real Estate Indonesia (REI) menggelar acara sahur bersama yang melibatkan sekitar 1.000 masyarakat dari berbagai elemen. Mulai komunitas ojek online, pedagang kaki lima (PKL), hingga pemulung.
Para pekerja sektor informal ini hadir memenuhi undangan Bupati Jember, Gus Fawait, untuk santap sahur bersama sekaligus menerima bantuan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan apresiasi mendalam kepada REI sebagai organisasi pengembang yang telah menunjukkan kepedulian konkret menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami sangat berterima kasih kepada REI yang telah menggandeng pemkab dan BPN untuk memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat. Ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa,” ujar Gus Fawait di sela-sela acara.
Acara ini merupakan bentuk terima kasih pemerintah kepada masyarakat yang selama ini menjaga roda ekonomi Jember tetap berputar di sektor informal. Bupati yang dikenal merakyat itu tampak membaur langsung dengan para tamu undangan tanpa sekat protokoler.
Kolaborasi dengan REI Jember membuat acara semakin bermakna dengan pemberian santunan uang tunai dan paket sembako. Berisi beras 5 kg dan aneka kebutuhan pokok lainnya kepada para peserta.
Di sela-sela obrolan santai saat sahur, isu tentang hunian menjadi topik yang menarik perhatian. Di mana, banyak warga yang hadir merupakan mereka yang masih bermimpi memiliki rumah sendiri.
Gus Fawait menyampaikan rencana pemerintah terkait pembangunan rumah murah yang aman bagi warga. Namun, dia menekankan pentingnya aspek keamanan dalam pemilihan lokasi. Bupati tidak ingin warga Jember mendapatkan rumah yang murah namun justru membahayakan karena berada di lokasi yang salah, seperti di pinggir sungai atau daerah rawan bencana.
H. Abdus Salam atau Cak Salam, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Jember, juga terlihat bercengkerama dengan warga. Baginya, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian REI untuk kembali kepada masyarakat.
Bisnis properti bukan hanya tentang semen dan bata, tetapi tentang membangun kehidupan yang lebih bermartabat bagi warga Jember. REI Jember berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
REI Jember telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah pusat, dengan target membangun 10.000 unit rumah subsidi.
“Kami bersyukur dan menyambut baik, apa yang sudah disampaikan oleh pak Menteri. Dan kami dari REI Jember, optimis bisa memenuhi target tersebut tahun depan,” ujar Cak Salam.
Jember dikenal sebagai salah satu daerah dengan kontribusi tertinggi dalam pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tingkat nasional. Dukungan penuh dari Bupati Gus Fawait menjadi modal besar bagi para pengembang untuk mewujudkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Acara sahur bersama ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja informal yang menjadi tulang punggung ekonomi Jember. (rio/ova)




