Jember, Blok-a.com – Malam puncak Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 di Pantai Watu Ulo, Sabtu (1/8/2026). Selain sebagai ajang transaksi bisnis cerutu, juga menjadi panggung unjuk gigi bagi seniman lokal.
Meski dikemas sebagai agenda bisnis global, Pemkab Jember memadukan hiburan musik internasional dengan tarian tradisional khas Jemberan dan Nusantara. Ajang tahunan ini sendiri diikuti oleh delegasi bisnis dan pembeli dari 11 negara.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa masuknya arus globalisasi tidak boleh menggerus identitas budaya lokal.
“Prinsip kita adalah kolaborasi. Meskipun mengundang wisatawan asing dan memainkan musik internasional, kita tidak boleh kehilangan identitas. Seni budaya Nusantara dan kekhasan Jember tetap kita tampilkan agar ada dampak domino bagi pariwisata daerah,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan, kehadiran kesenian daerah di ajang JKCI 2026 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pelaku seni lokal serta membuka peluang pertukaran budaya secara global.
Pemkab Jember berkomitmen untuk terus menerapkan konsep penyandingan budaya lokal dan agenda internasional pada kegiatan-kegiatan mendatang.
Menurutnya, pelibatan seniman lokal dalam ajang berkelas internasional ini menjadi ruang untuk mengenalkan potensi budaya daerah ke tingkat global, sekaligus membuka peluang pertukaran budaya di masa depan.
Melalui pendekatan ini, Pemkab Jember ingin menunjukkan bahwa pengembangan industri dan investasi daerah dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian tradisi lokal. (rio/ova)




